SIDOARJO - Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap operasional penerbangan. Di Bandara Internasional Juanda Surabaya, sebanyak 12 penerbangan dibatalkan, sementara empat penerbangan lainnya mengalami keterlambatan atau masih berstatus standby.
Dampak terhadap penerbangan di Juanda terjadi akibat efek berantai dari penyesuaian operasional sejumlah bandara lain, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Dari 12 penerbangan yang dibatalkan, empat di antaranya merupakan penerbangan kedatangan menuju Juanda. Masing-masing yakni Lion Air rute Jakarta-Surabaya, Batik Air rute Jakarta-Surabaya, Batik Air rute Halim Perdanakusuma-Surabaya, serta Citilink rute Jakarta-Surabaya.
Sementara itu, delapan penerbangan keberangkatan dari Juanda juga dibatalkan. Penerbangan tersebut meliputi Batik Air, Pelita Air, dan Lion Air dengan tujuan Jakarta. Kemudian dua penerbangan Batik Air tujuan Halim Perdanakusuma, serta Citilink tujuan Jakarta dan Makassar.
Selain pembatalan, empat penerbangan lainnya mengalami delay atau masih berstatus standby. Keempat penerbangan tersebut seluruhnya merupakan penerbangan Garuda Indonesia, terdiri dari dua penerbangan rute Surabaya-Jakarta dan dua penerbangan rute Jakarta-Surabaya.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penyesuaian operasional penerbangan dapat ditangani dengan baik.
Untuk membantu penumpang yang terdampak, Bandara Internasional Juanda juga mengaktifkan Service Recovery Activation. Fasilitas tersebut antara lain berupa penyediaan makanan ringan dan minuman bagi pengguna jasa yang mengalami penyesuaian perjalanan.
Pihak Bandara Juanda mengimbau calon penumpang untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal.
Bandara Internasional Juanda memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan akibat dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (*)
Editor : A. Ramadhan

















