MALANG - Akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, aliran dana dari keluarga kepada mahasiswa perantau menjadi terhambat. Banyak dari mereka kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena kiriman uang terganggu. Namun, di Kota Malang, solidaritas warga muncul dalam bentuk nyata. Sebuah gerai makanan menyediakan hidangan gratis bagi mahasiswa asal Sumatera yang tengah terdampak situasi tersebut.
Selama empat hari terakhir, gerai “Jasa Ayah” yang menyajikan masakan khas Aceh membagikan makanan gratis kepada mahasiswa rantau, khususnya yang berasal dari Aceh. Tercatat ada empat kedai “Jasa Ayah” di Yogyakarta dan Malang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan makan gratis.
Aksi ini dilakukan setelah melihat kondisi darurat di Sumatera yang membuat banyak mahasiswa kehilangan kontak dengan keluarga, serta terhentinya pasokan uang kuliah maupun uang makan. Program ini menjadi wujud sederhana solidaritas warga Sumatera di rantau untuk saling membantu.
Mahasiswa cukup menunjukkan KTP di kasir, lalu bisa memilih menu nasi lemak dengan lauk ayam laos atau tongkol, lengkap dengan kerupuk dan minuman seperti es teh atau air mineral.
Baca Juga : Pemerintah Kota Madiun akan Gandeng Masyarakat Sekitar untuk Sukseskan MBG

“Saya kebetulan dari Aceh. Banyak yang putus kontak dengan keluarga dan tidak bisa dihubungi. Itu membuat saya terpikir untuk membantu mahasiswa di Malang karena mereka pasti kesusahan tidak dapat kiriman dan tidak mengetahui kondisi orang tua. Akhirnya kami berinisiatif membantu lewat makan gratis sambil mereka menunggu kabar dari keluarga,” ujar Siti Hajna, pemilik kedai.
Bantuan ini sangat dirasakan para mahasiswa.

“Alhamdulillah, saya dan teman-teman dari Aceh sangat terbantu. Kami memang masih menunggu kiriman dari keluarga, bahkan ada yang tidak bisa dihubungi sama sekali,” tutur Harisul Qiram, mahasiswa asal Takengon.
Hal senada disampaikan Cut Ulfia, mahasiswa asal Banda Aceh.

“Sangat terbantu dengan adanya makan gratis ini. Setidaknya kami tidak terlalu khawatir memikirkan makan,” ujarnya.
Karena kondisi bencana yang belum pulih, pihak kedai tidak membatasi jumlah mahasiswa Sumatera yang ingin memanfaatkan program makan gratis. Aksi warga bantu warga ini menjadi pengingat bahwa empati adalah dasar kemanusiaan hadir untuk saling menolong meski terpisah jarak dan waktu. (Ali Makhrus/Nevenia)
Editor : M Fakhrurrozi



















