KEDIRI - Petugas gabungan Kota Kediri menggelar apel siaga bencana alam untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana saat musim hujan. Kegiatan tersebut dilangsungkan di halaman Mako Polres Kediri Kota.
Apel gabungan ini diikuti oleh lebih dari 350 personel dari unsur kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, Tagana, PMI, hingga petugas PLN. Kesiapsiagaan ini bertujuan agar petugas dapat bergerak dengan cepat dan terukur jika sewaktu-waktu bencana melahirkan ancaman di wilayah Kota Kediri.
Usai upacara siaga bencana, Kapolres Kediri Kota bersama Wakil Wali Kota Kediri langsung meninjau langsung kelengkapan peralatan petugas. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan secara mendadak saat menghadapi bencana alam di lapangan.
Sementara itu, menurut Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, terdapat lima titik wilayah di Kota Kediri yang dinilai rawan mengalami banjir. Selain itu, petugas juga akan memperketat pemantauan di kawasan tepi Sungai Brantas yang debit airnya kerap meningkat secara mendadak.
Baca Juga : Kemeriahan HAN Kediri 2026 Hak dan Potensi Anak Dipamerkan di SLG
"Sementara itu, menurut Kalaksa BPBD ada lima titik wilayah di Kota Kediri yang rawan mengalami banjir. Selain itu juga akan dilakukan pemantauan di wilayah tepi Sungai Brantas yang biasanya debit air mendadak meningkat," ujar Joko Arianto.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, petugas gabungan juga telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk segera menghubungi dinas terkait dan mencari tempat yang lebih aman apabila terjadi bencana alam di sekitar tempat tinggal mereka. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















