MOJOKERTO - Satu minggu jelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan hewan kurban di Mojokerto mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini dialami peternak kambing dan domba, Dua Putra Farm di Dusun Grogol Gede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Decka Vertian Ginanjar, pemilik Dua Putra Farm, mengungkapkan, sebanyak 120 kambing dan domba telah terjual.
"Tahun ini, saya menjual 300 kambing dan domba. 120 ekor sudah terjual. Saya optimis penjualan tahun ini menunjukkan tren positif," kata Decka kepada portaljtv.com, Minggu (17/5/2026).
Tahun lalu, lanjut Decka, dirinya berhasill menjual 175 kambing dan domba. Tahun ini, Decka optimis 300 kambing dan domba akan terjual habis.
Keyakinan Decka ini dikarenakan dirinya berani memberikan pelayanan ekstra kepada pembeli.
"Pembeli mendapatkan gratis biaya pemeliharaan sejak transaksi hingga hari pengiriman, termasuk gratis ongkos kirim wilayah Mojokerto hingga Krian, Sidoarjo," ungkapnya.
Selain itu, tambahnya, pembeli juga mendapat berbagai bonus menarik untuk pembelian tertentu. Hewan kurban bahkan dimandikan sebelum dikirim agar terlihat bersih dan sehat saat diterima pelanggan.
"Orang senang kalau ternaknya bersih dan bagus sebelum disembelih. Intinya kami menjaga kualitas ternak supaya ibadah kurbannya lebih nyaman. Dan untuk menjaga kualitas ternak, kambing dan domba kami beri pakan dua kali sehari, yakni pagi dan sore dengan pakan silase tebon jagung serta campuran konsentrat kaya karbohidrat dan protein," tuturnya.
Alumni Jurusan Politik Islam, UIN Sunan Ampel tahun 2007 itu mengatakan, usaha peternakan kambing telah digeluti keluarganya sejak dirinya masih kecil. Pengalaman berjualan hewan kurban selama sekitar delapan tahun membuat usahanya terus berkembang hingga kini mampu menampung ratusan ekor ternak.
"Dulu kandangnya kecil di Tropodo, Meri, Kota Mojokerto. Karena pembelinya makin banyak akhirnya, tahun 2022 pindah ke sini. Awal jualan cuma laku sekitar 20 ekor, sekarang hampir 200 ekor habis. Tahun ini, Alhamdulillah sekitar 70 persen sudah terjual. Mudah-mudahan sisanya sampai Idul Adha habis semua," ungkapnya, Minggu (17/5/2026).
Decka menuturkan, pada musim kurban tahun lalu seluruh stok sebanyak 175 ekor kambing dan domba berhasil terjual habis. Sementara tahun ini, hingga dua minggu menjelang Idul Adha, sekitar 120 ekor telah terjual dari kapasitas kandang mencapai 300 ekor. Menurutnya, strategi pelayanan menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.
Pria yang tinggal di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini, memastikan seluruh ternak yang dijual telah memenuhi syarat syariat kurban. Kambing minimal berusia satu tahun, sedangkan domba minimal enam bulan. Adapun jenis kambing yang paling diminati pembeli adalah kambing PE atau Peranakan Etawa karena dianggap memiliki postur lebih gagah dan menarik.
Selain PE, tersedia pula kambing Jawa Randu dan kambing hasil persilangan Senduro. Harga hewan kurban di peternakan kambing dan domba, Du Putra Farm tersebut dibanderol mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor. Namun harga yang paling banyak diminati berada di kisaran Rp3,5 juta.
"Kalau harga tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Sempat turun sebelum Idul Adha, sekarang mulai naik lagi. Pembeli datang tidak hanya dari Mojokerto, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Krian, Mojosari hingga Peterongan, Jombang. Waktu Covid justru penjualan bagus, cuma orang tidak datang langsung. Banyak yang deal lewat WhatsApp lalu kami kirim," tegasnya.
Sementara itu, Bagus Cahyono, warga Surabaya mengaku membeli hewan kurban di Dua Putra Farm karena bersih dan sehat.
"Kelebihannya di sini, dirawat sampai hari H dan dikirim gratis. Harga bersaing, lebih bagus di sini setelah di cek dr beberapa tempat lain. Saya tahu dari google," katanya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















