LUMAJANG - Erupsi Gunung Semeru terekam kamera CCTV milik relawan di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, sekitar pukul 06.21 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), secara visual kolom abu mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak. Erupsi tersebut disertai guguran awan panas dengan jarak luncur 3.500 meter yang mengarah ke sisi tenggara atau Besuk Kobokan.
Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimal 22 milimeter dan berlangsung selama 6 menit 35 detik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memastikan awan panas guguran masih berada dalam radius aman dan jauh dari kawasan permukiman warga. Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Semeru agar selalu waspada karena hingga saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Sementara itu, sesuai rekomendasi keselamatan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Editor : JTV Jember



















