Menu
Pencarian


Satu Galon, Satu Langkah Hijau: Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga Bersama Kampung Mitra HMTL ITS 2026

Portaljtv.com - Jumat, 9 Oktober 2026 19:15
Satu Galon, Satu Langkah Hijau: Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga Bersama Kampung Mitra HMTL ITS 2026
Kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (HMTL ITS) pada saat Kampung Mitra 2026. (Foto: Istimewa)

SURABAYA - Setiap harinya, kegiatan rumah tangga pasti menghasilkan residu atau sampah. Mulai dari sisa nasi, sayuran, buah-buahan, hingga berbagai kemasan yang setelah digunakan hanya berakhir di tempah sampah. Padahal, tidak semua sampah berakhir sebagai residu, sebagian dari sampah yang dihasilkan pada skala rumah tangga masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Kampung Mitra HMTL ITS 2026, yakni sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (HMTL ITS).

Kegiatan Kampung Mitra tahun 2026 ini berfokus pada tema persampahan, yang hadir dengan inovasi alat komposter yang memanfaatkan galon bekas dengan metode pengomposan takakura yang berasal dari Jepang.

Berawal dari Kondisi Sampah di Lokasi Kampung Binaan Pemilihan tema persampahan ini bukan tanpa alasan. Sebelum kegiatan dilaksanakan, Panitia Kampung Mitra melakukan analisis kondisi lingkungan (AKL) melalui observasi langsung di kampung binaan, survei karakteristik dan komposisi sampah, dan survei kuisioner langsung dengan warga binaan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan sampah rumah tangga di lingkungan kampung binaan belum berjalan secara optimal, terkhusus pada sampah organik sisa makanan.

Di sisi lain, berdasarkan hasil survei komposisi sampah yang dilakukan oleh panitia Kampung Mitra, sampah organik sisa makanan menjadi salah satu komponen sampah rumah tangga dengan proporsi yang paling besar, yaitu sebesar [68,8%] jika dibandingkan dengan kategori sampah rumah tangga yang lainnya. Berikut disajikan diagram komposisi sampah yang dihasilkan pada 50 KK pada kawasan kampung binaan selama 8 hari survei.

Pemilihan katageori sampah yang digunakan, dan juga waktu survei selama 8 hari ini telah disesuaikan dengan prosedur survei sampah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), tepatnya pada SNI 3964:2025 terkait Metode pengambilan dan contoh timbulan dan komposisi sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Temuan kondisi pada kampung binaan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pengelolaan dan potensi sampah di tingkat rumah tangga. Sampah sisa makanan yang semestinya dapat dimanfatkaan kembali menjadi sumber daya masih berpotensi tercampur dengan sampah lainnya dan berakhir sebagai sampah yang harus diangkut dan dibuang.

Situasi ini menjadi dasar bagi Panitia Kampung Mitra dalam melaksanakan pengabdian masyarakat yang tidak hanya memberikan penyuluhan mengenai sampah, tetapi juga menghadirkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat di kampung binaan.

Bukan Sekadar Penyuluhan Kampung Mitra HMTL ITS 2026 dirancang tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi saja. Masyarakat tidak hanya sekadar mengetahui jenis dan permasalahan sampah, tetapi juga dilibatkan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana sampah organik dapat diolah.

Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan persampahan, demonstrasi pembuatan komposter, serta praktik pengomposan sampah organik. Kegiatan-kegatan tersebut dipilih agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat binaan dapat berkembang menjadi keterampilan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan, peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai persampahan dan pengomposan. Setelah penyuluhan dan demonstrasi selesai, peserta kembali diberikan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan.

Secara kuantitatif, hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 75 dari 100, kemudian meningkat menjadi 90 dari 100 pada post-test. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 20%.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan demonstrasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan proses pengomposan.

Mengubah Galon Bekas menjadi komposter merupakan salah satu inovasi yang disajikan pada Kampung Mitra 2026 yakni komposter galon Takakura. Teknologi ini mengadaptasi prinsip metode komposting Takakura yang dikembangkan di Jepang, yang dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan galon bekas sebagai wadah komposter.

Metode Takakura memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk membantu menguraikan sampah organik. Dalam penerapannya, sampah organik rumah tangga dicampurkan dengan media atau bahan pengomposan yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya mikroorganisme.

Pengelolaan kelembapan dan aerasi menjadi bagian penting agar proses pengomposan dapat berlangsung dengan baik. Pada jurnal dijelaskan bahwa metode Takakura dilakukan secara aerobik dengan menggunakan bahan yang relatif mudah diperoleh dan dapat diterapkan pada skala rumah tangga (Hibino et al., 2023).

Pada kegiatan Kampung Mitra, prinsip tersebut kemudian dikombinasikan dengan pemanfaatan kembali galon bekas sebagai wadah. Pendekatan ini memiliki dua manfaat sekaligus, yakni mengolah sampah organik dan memanfaatkan kembali barang bekas. Langkah Kecil untuk Kota yang Lebih Berkelanjutan Upaya pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Kegiatan Kampung Mitra HMTL ITS 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 11: Sustainable Cities and Communities, yang menekankan pengurangan dampak lingkungan perkotaan per kapita, termasuk melalui pengelolaan sampah perkotaan yang lebih baik.

Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga masih merupakan langkah yang sederhana. Namun, apabila dilakukan oleh semakin banyak rumah tangga, dampaknya dapat menjadi lebih besar. Sampah yang sebelumnya langsung masuk ke sistem pengangkutan dapat dikurangi melalui pengolahan di sumbernya.

Dari Kampung, Untuk Perubahan yang Lebih Besar Kampung Mitra HMTL ITS 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang membuat sebuah komposter dari galon bekas. Lebih jauh dari itu, kegiatan ini merupakan upaya untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi sederhana, dan kebutuhan masyarakat. Kampung Mitra “GASPOL” Gas Pilahnya, gas olahnya, gas bersihin kampungnya.

Daftar Pustaka

Badan Standardisasi Nasional. (2025). SNI 3964:2025: Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Badan Standardisasi Nasional.

Hibino, K., Takakura, K., Nugroho, S. B., Nakano, R., Ismaria, R., Haryati, T., Yulianti, D., Zusman, E., Fujino, J., & Akagi, J. (2023).

Performance of Takakura composting method in the decentralised composting center and its comparative study on environmental and economic impacts in Bandung city, Indonesia. International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture, 12, 1–23.https://doi.org/10.30486/IJROWA.2022.1945234.1379. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.