BANGKALAN - Aksi perang mercon yang diduga melibatkan dua kelompok pemuda di kawasan Kamal kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Selain dilakukan di jalan raya, aksi nekat ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalur tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak dua kelompok pemuda saling serang menggunakan mercon spirtus yang diarahkan langsung ke pihak lawan. Selain saling serang, mereka juga beradu suara petasan yang dibakar tepat di tengah jalan raya. Aksi ini memicu keresahan warga karena selain mengganggu kenyamanan, juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan sebenarnya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Meski patroli rutin telah dilakukan, para pelaku sering kali memanfaatkan celah waktu setelah petugas meninggalkan lokasi untuk memulai aksinya.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengimbau agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali demi terciptanya suasana bulan suci Ramadan yang kondusif. "Terkait berita viral mengenai perang petasan di wilayah Kecamatan Kamal, kami mengimbau agar hal tersebut tidak diulangi. Mari bersama-sama menjaga bulan Ramadan dengan tidak melakukan kegiatan negatif. Jika kembali terulang, kami akan melakukan tindakan lebih lanjut," tegasnya.
Baca Juga : Live di Tiktok, Perang Mercon di Sepulu Bangkalan Viral di Medsos
Ke depan, Polres Bangkalan berkomitmen untuk terus melakukan langkah preventif guna mengantisipasi kejadian serupa. Namun, pihak kepolisian juga tidak segan untuk mengambil tindakan tegas apabila para pelaku tetap membandel, demi memberikan efek jera dan memastikan situasi kamtibmas di Bangkalan tetap kondusif. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















