JEMBER - Sekitar 25 hingga 30 hektare lahan padi di Kelurahan Antirogo roboh akibat angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tanaman yang rebah diperparah oleh curah hujan yang tinggi serta penggunaan pupuk dan pengairan yang tidak terkontrol. Saat musim hujan, batang padi menjadi lebih mudah roboh karena beban air dan tiupan angin.
Akibatnya, hasil panen yang semula dapat mencapai 10 ton per hektare kini diperkirakan turun menjadi sekitar 7 ton. Penurunan ini berkisar antara 30 hingga 40 persen.
Tidak hanya kuantitas, kualitas gabah juga mengalami penurunan. Petani terpaksa melakukan panen lebih awal untuk mencegah gabah membusuk. Namun, kondisi bulir yang belum sempurna menyebabkan nilai jual menurun.
Petani diimbau lebih bijak dalam mengatur sistem pengairan dan dosis pupuk, terutama saat musim hujan, agar risiko tanaman roboh dapat diminimalkan.
Petani diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berdampak langsung pada produksi dan pendapatan mereka.
Editor : JTV Jember



















