SURABAYA - PT Suparma Tbk kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutannya dengan resmi menerima Sertifikasi Zero Waste to Landfill dari lembaga sertifikasi internasional Control Union. Prosesi penyerahan sertifikasi bertajuk Zero Waste to Landfill: Turning Commitment into Impact ini digelar di fasilitas produksi PT Suparma Tbk, Surabaya, Kamis (29/1/2026).
Sertifikasi Zero Waste to Landfill diserahkan langsung oleh Direktur PT PCU Indonesia, Gayan Wejesiriwardana kepada CEO PT Suparma Tbk, Edward Sopanan. Turut menyaksikan penyerahan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, Camat Karang Pilang dan perwakilan Kelurahan Warugunung.
CEO PT Suparma Tbk, Edward Sopanan, mengatakan pencapaian meraih sertifikasi Zero Waste to Landfill menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon atau slogan. Melalui upaya yang konsisten, terukur, dan melibatkan seluruh lini perusahaan, PT Suparma Tbk berhasil mengelola 99,95% limbah padat produksi agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir.
“Namun bagi kami, angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah hasil dari sebuah sistem dan budaya kerja, mulai dari pemanfaatan kembali, daur ulang, hingga penerapan teknologi dan proses pengelolaan limbah yang bertanggung jawab," ujar Edward dalam sambutannya.
Edward mengungkapkan, penerapan program Zero Waste to Landfill ini sudah dilakukan sejak tahun 2020 dan ditingkatkan di tahun 2024. Upaya ini dilakukan PT Suparma Tbk setelah melihat krisis di Tempat Pembuangan Akhir Benowo Surabaya.
"Ini merupakan inisiatif sendiri setelah melihat terjadinya krisis di Tempat Pembuangan Akhir. Kita tidak mau menambah beban di TPA, sehingga kita pastikan kalau kita bisa Zero Waste to Landfill," paparnya.

Edward mengungkapkan dalam satu hari, tim Suparma Tbk mengelola sekitar 60 ton sampah. Sampah limbah plastik tersebut lalu diolah menjadi genteng, paving stone, pot bunga, batako dan batu bata.
*Sementara plastic yang tidak ada nilainya, kita jadikan energy. Semua produk hasil olahan tersebut, kita gunakan di internal," ungkapnya.
Edward memberikan apresiasi kepada Control Union atas proses audit dan verifikasi independen yang profesional dan transparan. Edward memastikan akan terus melanjutkan program ini untuk mengurangi sampah dan penguatan ekonomi sirkular.
“Ke depan, kami tidak ingin berhenti sampai di sini. PT Suparma Tbk berkomitmen menjadikan pencapaian ini sebagai awal dari kolaborasi yang lebih luas, khususnya bersama DLH Kota Surabaya dan DLH Provinsi Jawa Timur, dalam mendukung program pengurangan sampah dan penguatan ekonomi sirkular. Kami ingin berkontribusi lebih jauh, melalui sinergi program yang mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pemanfaatan sampah bernilai guna, serta memberikan dukungan nyata terhadap upaya pengurangan target emisi nasional. Kami percaya, keberlanjutan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Dan PT Suparma Tbk siap menjadi bagian aktif dari solusi tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT PCU Indonesia, Gayan Wejesiriwardana menyampaikan bahwa PT Suparma Tbk layak mendapatkan serifikasi Zero Waste to Landfill karena mampu mengelola limbah hingga 99 persen.
"Saya rasa Suparma Tbk sudah mempraktikkan ini sejak lama, tetapi ini bukan sekadar sertifikasi. Saya rasa ini adalah pengakuan atas komitmen, kepemimpinan, serta visi mereka untuk mencapai nol limbah TPA dan pengalihan limbah hingga 99% bukanlah hal yang mudah. Ini adalah komitmen total, kepemimpinan, dan integritas mereka,” tuturnya.

Sertifikasi Zero Waste to Landfill yang diterima PT Suparma Tbk ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dedik Irianto mengatakan upaya yang dilakukan PT Suparma Tbk ini dapat mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir Benowo.
"Suparma ini menjadi satu-satunya perusahaan manufaktur di Indonesia yang bisa Zero Waste to Landfill. Upaya PT Suparma Tbk ini mengurangi beban TPA Benowo yang mencapai 1800 ton per hari, padahal kapasitasnya hanya 1000 ton per hari. Ini contoh bagus bagi perusahaan lain agar tidak membebani TPA Benowo," harapnya.
Sertifikasi ini menjadi bukti nyata komitmen PT Suparma Tbk dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab dan mendorong praktik industri yang berkelanjutan. Melalui penerapan program Zero Waste to Landfill, PT Suparma Tbk berhasil mengelola 99,95% limbah padat produksi agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi daur ulang, pemanfaatan kembali limbah, serta penerapan berbagai teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular dan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
Manajemen PT Suparma Tbk menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah berkelanjutan perusahaan untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Program Zero Waste to Landfill diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi industri manufaktur lainnya di Indonesia.
Sebagai Indonesia Sustainable Paper Company, PT Suparma Tbk berkomitmen untuk terus menghadirkan produk kertas dan tisu berkualitas tinggi dengan proses produksi yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan industri nasional. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















