Menu
Pencarian

Klempoken dan Beleng Ketengen: Saat Perut “Kelebihan Muatan”

Iwan Iwe - Rabu, 20 Mei 2026 10:39
Klempoken dan Beleng Ketengen: Saat Perut “Kelebihan Muatan”
Dua kondisi yang sebenarnya punya penjelasan yang sama, yakni lambung yang terlalu penuh (atau istilahnya distensi lambung).

Di tengah hari yang panas, apa yang paling kita cari? Tentu saja minum. Segelas air dingin rasanya tidak akan cukup menghilangkan dahaga. Namun, pernah tidak sih, karena terlalu haus, kita minum terlalu banyak sehingga bukannya galgah, segar kerongkongan karena minum, justru perut kita terasa aneh? Nah, kondisi ini sering disebut klempoken.

Klempoken adalah istilah sehari-hari yang umum digunakan oleh penutur bahasa Jawa di Jawa Timur untuk menggambarkan rasa tidak nyaman karena kebanyakan minum. Perut jadi terasa penuh, kembung, bahkan kadang sedikit mual. Badan bukannya segar, perut justru terasa berat dan sakit karena terlalu banyak air yang harus ditampung lambung.

Menariknya, ada istilah lain yang mirip dalam bahasa Madura, yakni beleng ketengen. Istilah ini banyak ditemukan di wilayah berpenutur bahasa Madura, seperti Situbondo. Jika klempoken disebabkan oleh cairan,  beleng ketengen merujuk pada rasa tidak enak karena kebanyakan makan. Perut sama-sama terasa terlalu penuh sehingga tubuh menjadi tidak nyaman.

Dua kondisi ini sebenarnya punya penjelasan yang sama, yakni lambung yang terlalu penuh (atau istilahnya distensi lambung). Bedanya hanya di sumbernya: klempoken karena kebanyakan minum, beleng ketengen karena kebanyakan makan.

Baca Juga :   Sudah Selesai Sembuhnya?

Air memang penting sekali untuk tubuh. Namun, bila diminum terlalu banyak sekaligus, tubuh juga bisa “kaget”. Perut menjadi begah, napas terasa berat, dan bukannya segar malah jadi lemas. Begitu juga dengan makanan—kalau kebanyakan, efeknya bisa membuat malas bergerak dan tidak nyaman. Intinya, tubuh kita punya batas. Baik makan atau minum, semuanya tetap butuh keseimbangan. Jangan sampai perut kita klempoken atau beleng ketengen dan justru menghambat aktivitas kita!

Menariknya, istilah seperti ini menunjukkan betapa kaya bahasa kita. Tanpa istilah medis yang rumit, masyarakat sudah punya cara sendiri untuk menjelaskan apa yang dirasakan tubuh. Sering kali, istilah itu justru terasa lebih dekat dan mudah dipahami.

Jadi, lain kali kalau kamu merasa perut “terlalu penuh”, kamu tahu: itu bisa jadi klempoken… atau mungkin beleng ketengen!

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.