NGAWI - Program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional mulai diimplementasikan ke dunia pendidikan. Salah satunya diterapkan di SMK Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi, melalui pembelajaran berbasis praktik pertanian yang masuk dalam kurikulum sekolah.
Melalui Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), para siswa tidak hanya mendapatkan materi teori di dalam kelas, tetapi juga dibekali keterampilan langsung di lapangan. Sekolah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk budidaya berbagai tanaman pangan, seperti jagung, ketela, kacang-kacangan, sayuran, hingga buah-buahan.
Kepala SMK Negeri 1 Sine, Lecta Januar, menjelaskan bahwa program ATPH dirancang untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus memperkuat keterampilan di bidang pertanian.
“Melalui program keahlian ATPH, siswa kami ajak untuk mengenal pertanian secara langsung. Kegiatan dimulai dari penanaman pohon sebagai upaya reboisasi dan antisipasi bencana, hingga praktik budidaya tanaman pangan yang mendukung ketahanan pangan,” ujar Lecta Januar.
Baca Juga : Bolos Sekolah, 7 Pelajar SMP/SMK Ngawi Terjaring Razia Satpol PP
Ia menambahkan, SMK Negeri 1 Sine memiliki lahan seluas 5,5 hektare, dengan sekitar 1 hektare di antaranya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian edukatif. Lahan tersebut digunakan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pengembangan produksi pangan.
“Hasil panen dari lahan ini ke depan diharapkan bisa mendukung program strategis nasional, khususnya untuk pemenuhan gizi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas X ATPH, Mutiara Khoirunisa Ramadhani, mengaku tertarik mengikuti program keahlian pertanian tersebut karena memberikan pengalaman praktik secara langsung.
Baca Juga : TERINDIKASI TERLIBAT JUDOL, DATA PENERIMA BANSOS DICORET
“Selain mendapatkan ilmu di sekolah, kami juga bisa langsung mempraktikkannya. Ilmu pertanian ini bisa diterapkan di rumah, seperti teknik budidaya hidroponik yang sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tutur Mutiara.
Sebagai informasi, pemerintah pusat saat ini tengah menggencarkan berbagai program prioritas di bidang ketahanan pangan, mulai dari upaya swasembada hingga menuju kedaulatan pangan. Melalui integrasi program pertanian ke dalam kurikulum pendidikan vokasi, diharapkan lahir generasi muda yang mandiri, terampil, dan siap mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.
Editor : JTV Madiun



















