PROBOLINGGO - Aksi main hakim sendiri di Dusun Janti, Desa Sentul, Kabupaten Probolinggo, akhirnya memakan korban jiwa. Pria bernama Mohamad Ribut, warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, akhirnya meninggal dunia.
Pria berusia 28 tahun ini meninggal dunia akibat luka parah usai dihajar massa akibat kepergok masuk ke halaman rumah warga.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Janti, Desa Sentul, pada Rabu (22/4/2026) malam. Suasana yang semula kondusif mendadak mencekam ketika puluhan hingga ratusan warga mengerumuni dan menganiaya korban.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, korban terlihat babak belur akibat dihujani pukulan dan tendangan oleh massa yang tersulut emosi. Bahkan, warga sempat mengarak korban sebelum akhirnya diamankan petugas.
Aksi kekerasan ini dipicu kecurigaan warga setelah korban masuk ke halaman salah satu rumah dan diduga mengamati situasi di dalam rumah melalui jendela. Merasa terancam, pemilik rumah melapor ke perangkat desa, yang kemudian memicu warga melakukan pengejaran.
Korban sempat melarikan diri dan bersembunyi di area persawahan, namun berhasil ditemukan dan langsung menjadi sasaran amukan massa. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu yang berada di lokasi, sempat histeris dan meminta agar penganiayaan dihentikan.
"Jek tokol pole lah..neser, duh jek tokol terus...(jangan pukul lagi, kasihan, aduh jangan dipukul terus), "teriak ibu-ibu histeris.
Petugas dari Polsek Gading yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke puskesmas setempat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
"Usai mendapat laporan dari warga, anggota bergerak cepat mendatangi lokasi. Fokusnya penyelamatan pria tersebut," ujar Aipda Romli, Kanit Reskrim Polsek Gading.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini berhasil dikeluarkan dari kerumanan massa.
"Usai kita keluarkan dari kerumunan massa, korban langsung kita bawa ke Puskesmas Gading, karena lukanya parah langsung dirujuk ke RSUD Waluyojati, Kraksaan," ulasnya.
Soal terduga pelaku membawa Kunci T, polisi masih menyelidiki secara intensif.
"Nanti kita dalami keterangan warga, yang kita dulukan keselatan pria ini," tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Gading AKP Maskur Anshori mengatakan, Mohamad Ribut akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD Waluyojati, Kraksaan.
"Yang bersangkutan mengalami luka parah pada bagian kepala, meninggal pada Kamis (23/4/2026) dini hari, pukul 03.32 Wib," ucapnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, termasuk memeriksa pelapor, pemilik rumah, serta sejumlah perangkat desa.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan tindak kriminal kepada aparat penegak hukum," pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















