Menu
Pencarian


Polemik Aplikasi SIAP Warnai Piala Soeratin Trenggalek, Askab PSSI Akui Ada Kekeliruan

JTV Kediri - Jumat, 26 Juni 2026 16:20
Polemik Aplikasi SIAP Warnai Piala Soeratin Trenggalek, Askab PSSI Akui Ada Kekeliruan
Polemik Aplikasi SIAP Warnai Piala Soeratin Trenggalek, Askab PSSI Akui Ada Kekeliruan

TRENGGALEK - Pelaksanaan Piala Soeratin 2026 di Kabupaten Trenggalek diwarnai polemik terkait pengelolaan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP). Salah satu sekolah sepak bola (SSB) menilai persoalan administrasi dalam aplikasi tersebut berdampak terhadap pembinaan pemain usia dini. Di sisi lain, Askab PSSI Trenggalek mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan sistem dan berjanji melakukan perbaikan.

Pemilik SSB Shrimp Army, Anjar Priadi Putra, mengatakan Piala Soeratin tahun ini seharusnya menjadi momentum evaluasi pembinaan sepak bola usia dini di Trenggalek. Namun, tingkat partisipasi peserta dinilai masih rendah.

Menurutnya, dari sekitar 20 hingga 25 sekolah sepak bola yang ada di Trenggalek, hanya lima tim kategori U-15 dan delapan tim kategori U-13 yang mengikuti kompetisi. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa pembinaan pemain muda belum berjalan optimal.

"Kompetisi ini seharusnya menjadi wadah pembinaan. Tetapi peserta yang ikut masih sangat sedikit," ujarnya.

Shrimp Army sendiri hanya mampu menurunkan tim U-13, meski telah melakukan pembinaan sejak 2023. Anjar mengaku kendala tersebut dipengaruhi persoalan pengelolaan aplikasi SIAP.

Ia menyebut sejumlah pemain binaannya tidak lagi tercatat dalam database klub, bahkan justru terdaftar di tim lain. Akibatnya, tim kesulitan memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti kompetisi.

Menanggapi hal tersebut, Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, mengakui terdapat kekeliruan dalam pengelolaan aplikasi SIAP pada masa awal penerapan.

Saat itu, banyak klub belum mampu mengoperasikan akun secara mandiri sehingga Askab membantu proses administrasi, termasuk pengelolaan data pemain.

Bima mengakui dirinya sempat ikut mengelola akun beberapa tim, termasuk melakukan perubahan data pemain. Ia menilai langkah tersebut merupakan kesalahan pribadi yang tidak akan diulangi.

"Saya akan menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada tim yang merasa dirugikan dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Saat ini, dari sekitar 32 tim yang berada di bawah naungan Askab PSSI Trenggalek, baru enam tim yang telah terdaftar dalam aplikasi SIAP.

Ke depan, Askab berencana memperluas pendaftaran seluruh klub sekaligus memberikan sosialisasi penggunaan aplikasi agar masing-masing tim dapat mengelola akun secara mandiri. Langkah itu diharapkan mampu meminimalkan persoalan administrasi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Trenggalek. ( SIMON BAGUS )

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.