GRESIK - Mahasiswa Belajar Bersama Kelompok (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja inovatif bertajuk POC Pesisir Lestari di Desa Kramat, Bungah, Gresik, Kamis (15/1/2026).
Program ini berfokus pada pengolahan limbah ikan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus alternatif pengganti pupuk kimia, khususnya pupuk urea yang selama ini masih banyak digunakan oleh masyarakat.
Dalam kegiatan pertanian dan bercocok tanam, pupuk memegang peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu pupuk yang paling umum digunakan adalah pupuk urea, yang dikenal sebagai sumber utama nitrogen bagi tanaman.
Namun, tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia kerap menimbulkan berbagai permasalahan. Ketersediaan pupuk urea bersubsidi terbatas, harga cenderung tidak stabil, serta dampak penggunaan jangka panjang terhadap kesuburan tanah menjadi tantangan tersendiri bagi petani.
Baca Juga : Warga Mertajazah Ciptakan Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Kerang
Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif pupuk yang lebih terjangkau, ramah lingkungan, serta dapat diproduksi mandiri oleh masyarakat. Di sisi lain, persoalan limbah perikanan masih menjadi tantangan di wilayah pesisir, termasuk di Desa Kramat.
Aktivitas nelayan dan kegiatan pengolahan hasil laut menghasilkan limbah berupa kepala, tulang, dan bagian dalam ikan yang kerap dibuang begitu saja, baik ke perairan maupun dibiarkan membusuk di daratan.
Padahal, pembuangan limbah ikan secara langsung ke lingkungan, khususnya perairan, berpotensi menurunkan kualitas air akibat tingginya kandungan bahan organik yang mudah terurai.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan nilai Biological Oxygen Demand (BOD), yang pada akhirnya mempercepat penurunan kadar oksigen terlarut. Proses tersebut menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan lingkungan, serta beresiko memengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.
Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga menghadirkan inovasi pada program kerjanya dengan judul POC Pesisir Lestari, yaitu pengolahan limbah ikan menjadi POC sebagai alternatif pengganti pupuk urea secara kimiawi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga memberikan penjelasan mengenai manfaat POC berbahan dasar limbah ikan, kandungan nutrisi yang dihasilkan, serta tahapan pembuatan POC secara sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh.
Kegiatan ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga diisi dengan praktik langsung pembuatan POC, Mulai dari proses pencacahan limbah ikan, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga proses fermentasi.
“Melalui program POC Pesisir Lestari ini, masyarakat bisa belajar mengolah limbah ikan menjadi produk yang memiliki nilai guna," tutur salah satu kader PKK Desa Kramat, Kamis (15/1/2026).
"Harapannya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kegiatan pertanian dan membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Kramat. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Kramat. Warga menilai program ini bermanfaat karena tidak hanya mengurangi limbah ikan, tetapi juga membantu menyediakan pupuk alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Selain itu, salah satu warga juga menyampaikan bahwa POC ini dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan maupun pertanian skala kecil. Tentunya, ini menjadi manfaat lain yang lebih banyak lagi.

Program POC Pesisir Lestari juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG’s 1 No Poverty, SDG’s 8 Decent Work and Economic Growth, SDG’s 12 Responsible Consumption and Production, serta SDG’s 14 Life Below Water.
Melalui pengelolaan limbah ikan menjadi produk bernilai guna berupa POC, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir, mengurangi pencemaran laut, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanannya, Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga ini berisi sembilan mahasiswa dari berbagai lintas keilmuan. Beberapa di antaranya berfokus terhadap bidang terkait, seperti Andhika Duta Pandyatama dari jurusan Teknologi Hasil Perikanan dan Grace Yobela Wijaya dari Akuakultur.
Selain itu, mahasiswa lainnya juga turut terlibat dalam menjalankan program ini dengan baik, di antaranya Auliya Mar’atus Sholekhah (Rekayasa Nanoteknologi), Irma Dwi Praminiarti (Manajemen Perkantoran Digital), dan Nashwa Putri Rahmadani (Ilmu Sejarah).
Terdapat juga Nabilla Ratusyawal Masitha (Ilmu Informasi dan Perpustakaan), Tanaya Ivanka Odelia Elisa (Ilmu Ekonomi), M. Zidan Maulana (Teknik Industri), dan Adriano Oktareza Firmansyah (Ekonomi Islam).
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan KKN semata, namun dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Kramat untuk mengembangkan pengolahan limbah perikanan berkelanjutan.
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berharap program POC Pesisir Lestari dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah pesisir lainnya dalam mengelola limbah secara inovatif dan ramah lingkungan. (Auliya Mar’atus Sholekhah/Irma Dwi Praminiarti)
Editor : Khasan Rochmad



















