PACITAN - Sebanyak sembilan siswa tambahan untuk jenjang sekolah dasar di Kabupaten Pacitan mulai ditempatkan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Proses penempatan dan pengantaran siswa tersebut dilakukan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Rabu (26/8/2026).
Sembilan calon siswa tersebut berasal dari lima sekolah dasar, yakni SDN 1 Kayen, SDN 1 Sirnoboyo, SDN 1 Tumpuk, SDN 3 Tumpuk, dan SDN 2 Petungsinarang. Mereka terdiri dari enam siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, dengan jenjang kelas 2, 4, dan 5.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Wahyono, mengatakan pihaknya mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis pemerintah. “Ya tentu kita mendukung program pemerintah, dalam hal ini pengajuan pendidikan. Pemerintah mempunyai program prioritas yaitu program strategis Sekolah Rakyat. Saya meyakini bahwa program ini luar biasa,” kata Wahyono.
Menurut Wahyono, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga yang memenuhi kriteria program. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program tersebut dinilai dapat membantu memperbaiki taraf hidup dan masa depan peserta didik. Ia menjelaskan, siswa yang ditempatkan dalam program tersebut merupakan anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan 2. “Kriteria yang dibawa di sini adalah kategori desil 1 dan 2,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah siswa SD yang mengikuti Sekolah Rakyat di Pacitan sebelumnya masih relatif terbatas. Dinas Pendidikan pun terus melakukan sosialisasi kepada sekolah maupun masyarakat agar program tersebut semakin dipahami dan mendapat dukungan.
Wahyono mengatakan sosialisasi dilakukan melalui pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, hingga masyarakat. “Kami memberikan pemahaman dan mengimbau melalui pengawas, kepala sekolah, Bapak/Ibu guru, dan masyarakat agar memahami tentang program strategis ini,” ujarnya.
Ia mengakui, sebagai program yang baru berjalan, belum seluruh masyarakat langsung menerima atau memahami konsep Sekolah Rakyat. Karena itu, pihaknya akan terus memberikan informasi mengenai manfaat dan tujuan program tersebut. “Untuk tahun pertama dimungkinkan belum diterima menyeluruh oleh seluruh masyarakat. Sehingga program bagus ini kami informasikan ke seluruh masyarakat melalui pengawas dan kepala sekolah agar betul-betul didukung,” imbuh Wahyono.
Dukungan terhadap Sekolah Rakyat juga datang dari pengasuh sekaligus pengurus Panti Asuhan Citra Diri, Kayan, Nani Haryani. Tiga anak dari panti tersebut turut ditempatkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Nani mengatakan, ketiga anak tersebut sebelumnya merupakan anak yang berada dalam pengasuhan panti setelah dititipkan melalui Dinas Sosial. “Sebetulnya anak-anak yang kami serahkan ke sini dari panti asuhan. Kami pengurus panti asuhan, mereka memang waktu itu titipan dari Dinas Sosial. Terus ada sekolah seperti ini, kami dukung supaya anak-anak ke depannya lebih baik,” ungkap Nani.
Menurutnya, anak-anak tersebut berasal dari wilayah Desa Kayan dengan kondisi yang juga sesuai dengan sasaran program, yakni terdapat anak terlantar serta anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu membiayai pendidikan secara mandiri.
“Satu anak terlantar, yang kedua anak-anak yang ekonominya memang orang tua tidak mampu untuk mengurus, untuk menyekolahkan, untuk membiayai. Jadi mereka dititipkan di panti asuhan melalui Dinas Sosial,” jelasnya.
Nani berharap kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang selama ini berada dalam pengasuhan panti. “Setelah ada Sekolah Rakyat ini, alhamdulillah mereka bisa disekolahkan di sini untuk ke depannya lebih baik, masa depannya,” pungkasnya.
Dengan tambahan sembilan siswa tersebut, jumlah peserta didik jenjang sekolah dasar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan kini bertambah menjadi 35 siswa, dari sebelumnya 26 siswa.(Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















