SURABAYA - Aksi pernyataan sikap dari akademisi juga dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Airlangga pada Senin (5/02/2024). Tak hanya 1 aksi namun ada 2 aksi dengan isi yang berbeda. Di sisi lain pihak pasca sarjana Unair menyebut aksi yang dilakukan bukan bagian dari mereka.
Sivitas akademika Unair Surabaya yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru besar hingga alumni menggelar aksi pernyataan sikap dalam menegakan demokrasi menjaga republik di depan gedung pasca sarjana Unair kampus B.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Profesor Hotman Siahaan guru besar sosiologi FISIP Unair mengatakan ada 4 poin yakni pertama mengecam segala bentuk praktek pelemahan demokrasi. Kedua mendesak presiden dan aparat negara untuk menghormati kemerdekaan atas hak-hak sipil dan politik. Ketiga mendesak penyelenggaraan pemilu luber dan jurdil tanpa intervensi penguasa, tanpa kecurangan dan mengutuk praktik jual beli suara. Serta keempat mengecam segala bentuk intervensi dan intimidasi terhadap kebebasan mimbar-mimbar akademik di perguruan tinggi.
Sementara itu usai pernyataan sikap dari para sivitas akademika Unair ada aksi lain yang digelar di halaman gedung pasca sarjana. Yakni deklarasi pemilu bermartabat dan sejuk tanpa provokasi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa dan alumni Unair yang menyebut sebagai bagian dari ksatria muda Airlangga.
Baca Juga : Muncul Gimik Politik, Suko Widodo: Pemilih Pemula dan Pemilih Muda Gelisah
Asadur Rahman Muhammad coordinator aksi menyatakan, mereka ingin pelaksanaan demokrasi di Indonesia tidak dinodai oleh pihak-pihak yang membela paslon tertentu dan tidak membawa nama Unair dalam agendanya, karena kampus adalah tempat untuk menempuh pendidikan.
Sementara itu terkait digelarnya aksi pernyataan sikap di depan gedung pasca sarjana Unair kampus B, wakil direktur sekolah pasca sarjana Unair Profesor Ssuparto Wijoyo mengatakan kegiatan tersebut tidak diinisiasi oleh sekolah pasca sarjana Unair.
Pihaknya menyesalkan kegiatan yang digelar tersebut tidak ada permohonan izin maupun pemberitahuan sebelumnya. Namun yang pasti, Suparto mengatakan sekolah pasca sarjana Unair tetap menjunjung tinggi demokrasi dan harus dilaksanakan denngan luber dan jurdil. (Selvy Wang).
Baca Juga : Pernyataan Sikap Civitas Akademika Unair Kritik Pemerintahan Jokowi
Editor : Ferry Maulina