NGAWI - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban khususnya sapi di Kabupaten Ngawi mulai mengalami peningkatan. Peternak pun mulai kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.
Meski Idul Adha masih sekitar tiga minggu lagi, permintaan sapi terus menunjukkan tren naik. Hal ini dirasakan oleh Syaiful Irsyad, pemilik peternakan sapi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Ia menyebut peningkatan permintaan tahun ini cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di peternakannya, terdapat ratusan sapi dari berbagai jenis, mulai dari limosin, pegon, simental, hingga peranakan ongole. Peningkatan permintaan tahun ini mencapai 10 hingga 15 persen, dengan harga jual mulai dari Rp21 juta per ekor untuk kelas standar hingga Rp60 juta untuk sapi super jumbo berbobot sekitar 800 kilogram. Sementara untuk sapi dengan bobot hingga satu ton, harga ditentukan secara khusus.
Dari total 350 ekor sapi yang tersedia, sekitar 75 persen di antaranya telah dipesan. Pemesanan tidak hanya datang dari wilayah Ngawi, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
“Permintaan tahun ini memang meningkat. Bahkan sebagian besar sapi sudah dipesan sejak jauh hari sebelum Idul Adha,” ujar Syaiful Irsyad.
Sementara itu, salah satu pembeli asal Bondowoso, David Brahmana, mengaku membeli sapi jenis simental dengan bobot di atas 500 kilogram untuk kebutuhan kurban di wilayah Bojonegoro.
“Tahun ini saya pilih sapi di sini karena kualitasnya bagus dan sesuai untuk kurban,” kata David.
Menariknya, pada tahun 2025 lalu, sapi dari peternakan ini juga sempat dipesan oleh Prabowo Subianto untuk kebutuhan kurban di Kabupaten Ngawi.
ITO WAHYU JTV NGAWI
Editor : JTV Madiun



















