SURABAYA - Pergerakan harga pangan di Jawa Timur menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas, terutama cabai dan daging ayam awal pekan ini (5/4/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia untuk pasar tradisional Jawa Timur , cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi. Harganya naik 49,09 persen atau Rp 23.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram dibanding akhir pekan lalu.
Cabai merah besar juga naik 5,26 persen atau Rp 2.250 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting justru turun 4,4 persen atau Rp 1.800 menjadi Rp 39.150 per kilogram. Cabai rawit hijau turun 4,31 persen atau Rp 1.350 menjadi Rp 30.000 per kilogram.
Bawang merah ukuran sedang naik signifikan 12,22 persen atau Rp 4.900 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang turun 5,88 persen atau Rp 1.750 menjadi Rp 28.000 per kilogram.
Baca Juga : Harga Pangan Jatim Hari Ini: Cabai Besar Naik Saat May Day, Beras Stabil
Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar naik 9,35 persen atau Rp 3.250 menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi cenderung menurun. Daging sapi kualitas I turun 5,59 persen atau Rp 7.550 menjadi Rp 127.500 per kilogram, dan kualitas II turun 5,2 persen atau Rp 6.450 menjadi Rp 117.500 per kilogram.
Untuk kelompok beras, harga relatif stabil dengan kecenderungan naik tipis. Beras kualitas bawah I naik 7,81 persen menjadi Rp 14.500 per kilogram, medium I naik menjadi Rp 15.350 per kilogram, dan medium II Rp 14.700 per kilogram. Beras super I tercatat Rp 16.000 per kilogram, sedangkan super II sedikit turun menjadi Rp 15.500 per kilogram.
Komoditas lain seperti gula dan minyak goreng justru mengalami penurunan. Gula pasir lokal turun menjadi Rp 16.750 per kilogram, minyak goreng curah turun menjadi Rp 21.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek II turun menjadi Rp 20.500 per kilogram.
Baca Juga : Harga Cabai Besar Naik, Cabai Rawit Turun, Ini Perkembangan Harga Pangan Jatim Hari Ini
Kenaikan harga cabai dan daging ayam ini menjadi perhatian jelang Iduladha, karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga, meski secara umum harga beberapa komoditas terpantau turun.
Sebagai catatan, PIHPS merupakan sistem pemantauan harga pangan strategis nasional yang disusun Bank Indonesia berdasarkan data harian dari sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasokan dan permintaan di lapangan. (*)
Baca Juga : Mayoritas Harga Pangan di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun Awal Pekan Ini
Editor : A. Ramadhan



















