PACITAN - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung di halaman Mapolres Pacitan, Selasa (25/8/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti ratusan tamu undangan, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan. Acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan siraman rohani hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk mengingat sekaligus meneladani perjuangan dan akhlak Nabi Muhammad SAW. “Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya kita laksanakan sebagai acara seremonial, tetapi merupakan momentum yang sangat tepat agar kita bisa mengikuti, meneladani, dan mengingat perjuangan luar biasa dari Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat empat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Keempat sifat tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.
Kapolres Ayub menekankan, anggota Polri harus mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Terlebih, dinamika masyarakat saat ini semakin kompleks dengan perkembangan media sosial yang membuat setiap tindakan kepolisian mendapat perhatian publik. “Diharapkan dengan meneladani akhlak-akhlak dari Nabi Muhammad, Polri bisa lebih humanis dalam setiap kegiatan kepolisiannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak mempersulit masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kepolisian. Menurutnya, polisi harus hadir untuk mempermudah masyarakat selama seluruh proses dilakukan sesuai aturan dan prosedur. “Polisi jangan mempersulit, tetapi mempermudah. Pembuatan SIM sesuai aturan, sesuai prosedur agar dipermudah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga meminta para kepala desa yang hadir untuk turut menyosialisasikan berbagai program pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Salah satunya program SIM Bolo Babhin yang telah dijalankan selama dirinya bertugas di Pacitan. “Ada program-program yang sudah dijalankan selama kurang lebih satu tahun empat bulan saya di sini, ada program SIM Bolo Babhin. Mungkin rekan-rekan kepala desa bisa menyampaikan kembali kepada warga masyarakat agar diketahui lebih banyak,” ungkapnya.
Tak hanya pelayanan, Ayub juga menyoroti pelaksanaan penegakan hukum. Ia meminta anggota Polri menjunjung tinggi keadilan serta mengedepankan pendekatan yang baik ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat. “Dalam rangka penegakan hukum agar mengikuti sifat dari Nabi Muhammad, adil dalam melaksanakan penegakan hukum. Ada permasalahan, silakan difasilitasi, dimediasi dengan baik,” jelasnya.
Penerapan akhlak Nabi Muhammad SAW, lanjut AKBP Ayub, dalam pelaksanaan tugas akan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Selain berbicara mengenai tugas kepolisian, Kapolres juga mengajak anggota untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan keluarga. Ia menekankan pentingnya memperlakukan pasangan dengan lembut dan mengendalikan emosi, terutama bagi anggota Polri yang memiliki beban tugas dan tingkat stres cukup tinggi. “Jadi Nabi sepanjang hidupnya tidak pernah memukul istrinya. Ini juga menjadi bagian penting, terutama kehidupan anggota Polri dengan tugas yang cukup banyak, dengan tingkat stres yang tinggi,” tuturnya.
Ia berseloroh, ketika terjadi persoalan dalam rumah tangga, anggota sebaiknya mengedepankan komunikasi dan suasana yang tenang, bukan justru memperbesar masalah. “Kalau istri Nabi Muhammad itu marah, cemberut, diajak makan. Jangan justru dimarahi. Diajak makan dulu, baru dikasih nasihat,” ujarnya disambut suasana hangat para tamu undangan.
Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan anggota Polri agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki. Ia mengutip pernyataan sejarawan Lord Acton mengenai kekuasaan yang memiliki kecenderungan disalahgunakan apabila tidak disertai pengendalian diri. Menurutnya, kewenangan besar yang dimiliki Polri harus digunakan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. “Keteladanan Nabi Muhammad tentunya sangat relevan dengan kita semua. Saya sampaikan di sini, terutama anggota Polri, agar mempergunakan kekuasaan dan kewenangannya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















