Menu
Pencarian

ASN BKPSDM Probolinggo Sukses Beternak Domba Modern Minim Bau

Farid Fahlevi - Sabtu, 23 Mei 2026 21:30
ASN BKPSDM Probolinggo Sukses Beternak Domba Modern Minim Bau
Nur Cholis, pegawai BKPSDM Kabupaten Probolinggo bersama domba hasil ternaknya. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Kesibukan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak menghalangi Nur Cholis mengembangkan usaha peternakan domba modern di Kota Probolinggo. Pegawai BKPSDM Kabupaten Probolinggo itu sukses mengelola Cahaya 4 Farm di Kelurahan Mayangan dengan konsep kandang bersih, efisien, dan minim bau.

Peternakan miliknya mampu menampung sekitar 50 hingga 60 ekor domba. Berbeda dari kesan kandang pada umumnya, area ternak tersebut justru terlihat rapi dan nyaman. Lingkungan kandang bahkan cukup nyaman digunakan untuk bersantai.

Nur Cholis, mengatakan, perubahan pola pengelolaan menjadi kunci utama menjaga kebersihan kandang. Ia tidak lagi mengandalkan sistem pakan konvensional berbasis rumput segar hasil mencari pakan di lapangan.

Sebagai gantinya, ia memanfaatkan limbah agroindustri lokal seperti limbah jagung, limbah singkong, dan pakan konsentrat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Baca Juga :   Presiden Prabowo Beli Sapi Simmental milik Peternak Probolinggo untuk Hewan Kurban

“Kalau masih berpikir tradisional, mengurus puluhan domba sambil tetap bekerja sebagai ASN tentu sulit. Kuncinya ada di manajemen pakan dan efisiensi kerja,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Rutinitas mengurus ternak dilakukan sebelum berangkat bekerja. Sejak pukul 05.00 WIB, ia sudah berada di kandang untuk membersihkan area ternak, mengecek kondisi kesehatan domba, hingga menyiapkan pakan. Seluruh aktivitas itu diselesaikan sekitar pukul 06.30 WIB sebelum menuju kantor di Kraksaan.

Menjelang musim Idul Adha, kualitas pakan juga ditingkatkan dengan tambahan silase rumput gajah dan batang jagung fermentasi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi domba tetap sehat dan bobot ternak lebih optimal.

Menurutnya, pola pakan yang tepat ikut membantu mengurangi aroma tidak sedap di kandang. Ia menyebut penggunaan rumput segar berlebihan saat musim hujan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan pada ternak.

“Rumput segar berlebihan saat musim hujan bisa membuat domba kembung. Karena itu saya pilih pola pakan yang lebih stabil dan terukur,” katanya.

Usaha peternakan tersebut mulai dirintis sejak 2009. Awalnya, Nur Cholis melihat banyak rekan kerjanya kesulitan mencari hewan kurban yang praktis dan siap distribusi. Dari kebutuhan itu, ia mengembangkan layanan peternakan terpadu mulai pemeliharaan, pengiriman, hingga dokumentasi penyerahan hewan kurban.

Selain memenuhi kebutuhan kurban, Cahaya 4 Farm juga melayani pemesanan akikah setiap hari. Konsumen dapat memilih paket hewan siap sembelih maupun olahan masakan.

Walau kini bekerja di bidang kepegawaian, Nur Cholis tetap aktif di dunia peternakan. Ia mengantongi sertifikat juri kontes kambing-domba tingkat nasional dari HPDKI dan sertifikat Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Tak hanya mengelola usaha sendiri, ia juga kerap membantu peternak pemula menangani persoalan teknis di lapangan, mulai pengobatan ternak hingga proses kelahiran darurat.

Nur Cholis menilai tantangan terbesar peternak saat ini berada pada sektor pemasaran hasil ternak. Karena itu, ia berharap pemerintah memperkuat akses pasar agar harga jual di tingkat peternak lebih stabil.

“Peternak sebenarnya sudah mampu soal budidaya. Yang sering jadi masalah adalah pasar dan harga jual,” tegasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.