Menu
Pencarian

Perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Dibacok dan Motor Dirampas Komplotan Begal di Probolinggo

Farid Fahlevi - Selasa, 2 Juni 2026 13:30
Perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Dibacok dan Motor Dirampas Komplotan Begal di Probolinggo
Korban Nugroho menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan usai dibacok komplotan begal di Jalan Wahidin Sudiro husodo, Senin (1/6/2026) malam. (Foto: Tangkapan Layar)

PROBOLINGGO - Aksi begal sadis kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini korbannya seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan bernama Nugroho (33), warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan lengan setelah diserang kawanan pelaku yang kemudian membawa kabur sepeda motor matic miliknya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan.

Akibat serangan tersebut, Nugroho harus menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Korban mendapat beberapa jahitan di bagian lengan kanan dan kepala sebelah kanan akibat sabetan senjata tajam yang diduga celurit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban baru saja mengantar istrinya yang akan menjalani dinas malam di rumah sakit tempat mereka bekerja. Saat perjalanan pulang melintasi jalan yang relatif sepi, korban tiba-tiba dipepet oleh pengendara motor lain.

Tak lama kemudian, pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Meski sempat berusaha mempertahankan diri, korban akhirnya tersungkur setelah terkena sabetan senjata tajam.

Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban dan meninggalkannya dalam kondisi bersimbah darah di pinggir jalan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapatkan penanganan medis.

Ahmad Arif, salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku terkejut saat mengetahui ada korban pembegalan yang terluka parah.

"Saat itu ada warga yang berteriak minta tolong. Setelah kami datangi, korban sudah dalam kondisi terluka dan berlumuran darah. Kami langsung berupaya membantu dan menghubungi warga lainnya," ujar Ahmad Arif.

Menurutnya, lokasi kejadian memang cukup sepi pada malam hari sehingga rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.

"Kalau malam kendaraan yang lewat tidak terlalu banyak. Kami berharap polisi segera menangkap pelakunya karena warga juga merasa resah," katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setiyowadi, membenarkan adanya laporan dugaan pembegalan tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi maupun motif di balik peristiwa itu.

"Korban belum resmi membuat laporan kepada pihak kepolisian, meski demikian dan tetap kami tindak lanjuti. Sejumlah saksi juga telah kami mintai keterangan," kata Djuwantoro saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Ia menjelaskan, penyidik masih mendalami apakah kejadian tersebut murni merupakan tindak pidana pembegalan atau terdapat motif lain yang melatarbelakanginya.

"Kami belum bisa menyimpulkan karena proses penyelidikan masih berjalan. Semua kemungkinan masih kami dalami, termasuk apakah ini murni kejahatan jalanan atau ada motif lain," ujarnya.

Djuwantoro menambahkan, petugas juga sedang mengumpulkan barang bukti serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

"Kami berupaya semaksimal mungkin. Informasi sekecil apa pun akan sangat membantu proses penyelidikan," tambahnya.

Kasus pembegalan yang menimpa tenaga kesehatan tersebut menambah daftar aksi kriminal jalanan yang belakangan meresahkan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Polisi kini terus memburu pelaku sekaligus memastikan motif sebenarnya di balik aksi sadis yang menyebabkan korban mengalami luka bacok tersebut. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.