KOTA MALANG - Rangkaian peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) di Kota Malang memasuki hari kedua dengan suasana yang lebih interaktif. Di sepanjang Jalan Gajahmada, tepatnya di samping Gedung Balai Kota Malang, digelar beragam kegiatan seperti makan bersama, pameran, dan yang utama adalah layanan publik langsung kepada masyarakat, Rabu (11/12/2025).
Acara ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam pencegahan korupsi sekaligus mendekatkan pelayanan kepada warga. Beberapa instansi turut serta memberikan layanan, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama SAMSAT.

“Di hari kedua kita ada pelayanan untuk masyarakat. Yang habis ngurus-ngurus itu nanti dapat jajanan gratis. Asik kan?” ujar Plt. Inspektur Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, dengan semangat.
Sementara itu, Mochammad Arief Wibisono, Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan Korupsi dan Investigasi Inspektorat Kota Malang, menjelaskan bahwa stan-stan yang terlibat bukanlah stan biasa.

“Stan-stan ini adalah mereka yang sudah mendapat gelar Wilayah Pelayanan Masyarakat (WPM) dan sedang dalam proses menuju Wilayah Pemerintahan Bebas dari Korupsi (WPPK). Mereka sudah memiliki pelayanan prima yang diapresiasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara,” jelas Arief.
Ia menambahkan, target kehadiran stan-stan ini adalah untuk menunjukkan upaya pencegahan korupsi secara maksimal dan menjadi contoh bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Untuk tahap awal, ada empat OPD yang paling menonjol berpartisipasi.

Salah satu stan yang menarik perhatian berasal dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disrikbud). Stan tersebut memamerkan program Pendidikan Anti-Korupsi yang diinisiasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Jadi mereka dibantu KPK untuk proses pendidikan anti-korupsi ke murid-murid, mulai dari SD sampai SMP. Mereka menampilkan apa yang sudah dilakukan,” imbuh Arief.
Salah satu pengunjung, Siti Cholifah, yang juga perwakilan dari SMPN 28 Malang, menyambut antusias kegiatan ini. Menurutnya, kampanye anti-korupsi sangat penting, mulai dari lingkungan terkecil hingga skala yang lebih besar.
“Saya kira ini sangat positif, berarti seluruh instansi di Kota Malang sangat mendukung. Ditambah suguhan jajan gratis, ini bukti pemerintah peduli dengan rakyatnya,” ujar Siti.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi anti-korupsi yang berkelanjutan dan menyasar generasi muda. “Anti-korupsi sama dengan menanamkan kejujuran. Menanamkan kejujuran itu perlu kita tanamkan kepada anak di usia dini, terutama para pelajar yang butuh pembentukan karakter. Apalagi ini perlu berkelanjutan karena siswanya berganti terus,” pungkasnya.
Kegiatan hari kedua Hakordia di Malang ini diharapkan tidak hanya sebagai seremonial, tetapi menjadi pengingat akan komitmen kolektif untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani. (Ams)
Editor : JTV Malang



















