SITUBONDO - Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan Suwardi (68), kakek yang hilang saat menggembala sapi di kawasan Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo. Pencarian yang dilakukan sejak Selasa (7/4/2026) pagi hingga sore hari berakhir tanpa hasil.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di area hutan. Pencarian dilakukan lebih intensif dengan menelusuri jalur-jalur yang diduga dilalui korban.
Koordinator tim SAR gabungan Basarnas Banyuwangi, Andi Zaidan, mengatakan tim bergerak dengan titik awal dari lokasi kejadian perkara (LKP). Area pencarian diperluas ke sektor barat, selatan, dan utara dari titik terakhir korban terlihat oleh warga sebelum dilaporkan hilang.
"Kami membagi menjadi dua SRU. Tim Alfa bergerak dari LKP menuju sektor selatan dan barat sejauh kurang lebih 300 meter. Sementara SRU Bravo melakukan penyisiran dari LKP ke arah utara dan barat sejauh 300 meter dengan metode pencarian close grid tipe tiga,” ujar Andi.
Baca Juga : Ngabuburit Ala Warga Dawuhan, Terbangkan Layangan Sowangan Berukuran Besar
Meski cuaca terpantau cerah, tim menghadapi kendala medan berat berupa hutan lebat dan akses yang sulit. Hingga pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan.
Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Rabu (8/4/2026) dengan evaluasi serta perluasan area pencarian.
Sebelumnya, Suwardi, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026) saat menggembala sapi di dalam kawasan hutan.
Baca Juga : Ledakan Petasan Hancurkan Rumah Warga di Situbondo, 1 Tewas 6 Luka
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih terus berupaya menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (*)
Editor : A. Ramadhan



















