SURABAYA - Menguatnya nilai dolar dan berbagai tantangan ekonomi menjadi perhatian PDI Perjuangan Jawa Timur. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, mengatakan pihaknya akan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai pelatihan dan program pemberdayaan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi tersebut.
"Terkait dengan nilai tukar dolar, kebijakannya tentu berada di pemerintah pusat, yaitu bagaimana menahan laju dolar agar tidak semakin tinggi. Namun di tingkat provinsi kami juga harus siap melakukan berbagai langkah antisipasi," jelas Deni.
Menurutnya, masyarakat mulai menghadapi berbagai tantangan ekonomi, seperti kenaikan harga kebutuhan, sulitnya membuka usaha baru, hingga terbatasnya lapangan pekerjaan.
Karena itu, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama PDI Perjuangan Jawa Timur. Deni mengatakan sektor usaha kecil selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian Jawa Timur sehingga perlu terus diperkuat melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi mikro.
Baca Juga : Spesial Event Momentum Silaturahmi Halal Bihalal PDIP Jawa Timur 2026
"Kami fokus melakukan penguatan kepada UMKM agar sektor riil bisa berjalan. Pelatihan-pelatihan akan semakin dimasifkan lagi sehingga ekonomi mikro bisa berjalan untuk menopang tingginya dolar dan kenaikan harga-harga," ujarnya.
Upaya pemberdayaan masyarakat tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar PDI Perjuangan Jawa Timur sepanjang Juni 2026.
Deni menjelaskan, Bulan Bung Karno tahun ini diisi berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur kebangsaan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan kepemudaan.
Baca Juga : DPC PDIP Surabaya Bagikan 9 Ribu Paket Lebaran untuk Anak Yatim dan Janda
Salah satu agenda utama adalah penanaman ribuan pohon di lereng Gunung Semeru pada 12 Juni sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan. Selain itu, PDI Perjuangan Jatim juga akan menggelar penutupan rangkaian pelantikan anak cabang di Lumajang pada 13 Juni, ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar pada 14 Juni, serta peresmian renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno pada 15 Juni.
Berbagai kegiatan lain juga diselenggarakan di tingkat kabupaten dan kota, mulai dari kompetisi Kebaya Ibu Fatmawati, turnamen sepak bola, tenis meja, Soekarno Run, festival musik, lomba film pendek, hingga berbagai kegiatan sosial dan pelatihan UMKM.
"Jadi selama bulan Juni ini seluruh kader dan struktur partai berkegiatan di wilayah masing-masing dengan mengedepankan kearifan lokal dan kreativitas daerah," kata Deni.
Baca Juga : PDIP Jatim Peringati Nuzulul Qur'an, Said: Momentum Perkuat Kebersamaan
Ia menambahkan, sebagian besar kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Berbagai kompetisi, lomba, festival, hingga pelatihan dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Mayoritas kegiatan dalam rangka Bulan Bung Karno juga dapat diikuti secara gratis. Menurut Deni, hanya beberapa agenda tertentu yang berbayar, terutama kegiatan yang memberikan fasilitas khusus kepada peserta.
"Pelatihan-pelatihan gratis. Yang berbayar paling Soekarno Run karena peserta mendapat jersey, goodie bag, dan fasilitas lainnya. Yang lain relatif hampir semuanya gratis," ungkapnya.
Informasi mengenai kegiatan, persyaratan, hingga mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui media sosial DPD PDI Perjuangan Jawa Timur maupun DPC PDI Perjuangan di masing-masing daerah.
Melalui momentum Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan ingin mengingat tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan Bung Karno dan Pancasila, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafat Bung Karno pada 21 Juni.
"Di tengah kondisi nasional yang kita rasakan bersama, terutama tantangan ekonomi yang semakin berat dan nilai dolar yang terus meningkat, kami berharap berbagai kegiatan produktif ini dapat menjaga semangat perjuangan masyarakat Jawa Timur," pungkasnya.(luluk listiani)
Editor : M Fakhrurrozi



















