PACITAN - Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar keamanan pangan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan, yang digelar Minggu (26/10/2025) di dua lokasi sekaligus, yakni Gedung Huriya Ballroom Desa Bangunsari dan Museum SBY*ANI.
Kegiatan di Gedung Huriya Ballroom diikuti sekitar 500 peserta dari 10 SPPG, meliputi SPPG Pacitan (TNI AD I), Pacitan Sirnoboyo, Sirnoboyo 2, Pacitan 3, Pacitan 4, Pacitan 5, Pacitan Ploso, Arjosari Tremas, Arjosari Gembong, dan Tulakan Losari.
Sementara itu, di Museum SBY*ANI kegiatan serupa diikuti 250 peserta dari 5 SPPG lainnya, yaitu SPPG Ngadirojo 3, Punung, Punung 2, Donorojo Klayar, serta Donorojo Donorojo.
Salah satu pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Nunuk Irawati, menjelaskan bahwa salah satu fokus materi Bimtek adalah pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG dan penjamah makanan.
Baca Juga : Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Dinilai Efektif Bantu Petani di Pacitan
“SLHS memiliki tiga poin utama, yaitu penjamah makanan harus bersertifikat, lokasi atau dapur SPPG memenuhi syarat inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), dan hasil uji laboratorium makanan serta air yang digunakan,” jelas Nunuk.
Lebih lanjut, Nunuk menyebut bahwa penerapan SLHS mengacu pada Permenkes Nomor 17 Tahun 2024, yang mengatur tentang kewajiban uji laboratorium terhadap air dan makanan. Meski begitu, wadah makanan dan atribut penjamah seperti celemek dan penutup kepala belum menjadi syarat wajib, namun akan menjadi bagian dari unsur pembinaan ke depan.
Selain memberikan pemahaman tentang regulasi dan standar higiene, Bimtek ini juga disertai pelatihan bagi petugas di lapangan.
Baca Juga : Tinggalkan Banyak Hutang, Istri Tersangka Cek Palsu Rp3 Miliar Ajukan Penangguhan
“Saat ini petugas di Kabupaten Pacitan sedang dilatih melakukan uji usap alat dan uji usap penjamah makanan untuk memastikan keamanan pangan di setiap SPPG,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pelaksana program MBG di Pacitan semakin memahami pentingnya aspek kesehatan dan kebersihan dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
“Harapannya, tidak ada lagi kasus yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis ini,” pungkas Nunuk. (Edwin Adji)
Baca Juga : Masalah Bansos Tak Kunjung Selesai, DPRD Pacitan Sentil Lemahnya Validitas Data
Editor : JTV Pacitan



















