Menu
Pencarian

Menjelang Ramadan, Makam Gus Dur di Jombang Kian Dipadati Peziarah

Portaljtv.com - Rabu, 4 Februari 2026 16:49
Menjelang Ramadan, Makam Gus Dur di Jombang Kian Dipadati Peziarah
Makam Gus Dur, Tebu Ireng Jombang

JOMBANG - Menjelang bulan suci Ramadan, destinasi religi menjadi magnet bagi masyarakat untuk berwisata spiritual. Salah satu titik utama yang mulai dipadati peziarah adalah Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Sejak pagi hingga malam hari, aliran pengunjung seolah tak pernah putus. Menariknya, wisata religi ini dapat dikunjungi secara gratis tanpa tiket masuk, sehingga terbuka bagi siapa saja yang ingin berziarah dan mencari ketenangan hati.

Fasilitas Lengkap dan Nyaman

Meski gratis, pengelola tetap menyediakan fasilitas umum yang memadai bagi para peziarah. Mulai dari tempat wudu, musala, area parkir, hingga tempat istirahat tersedia di pintu masuk kompleks. Pengunjung hanya perlu menjaga ketertiban dan kesopanan selama berada di area makam yang khusyuk tersebut.

Suasana tenang begitu terasa saat lantunan doa dan zikir mengalun hampir tanpa henti. Menjelang Ramadan, makam ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi banyak orang.

Samsul Hadi (39), seorang peziarah asal Kediri, mengaku rutin berkunjung setiap tahun. “Kalau mau masuk puasa, saya sengaja ke sini. Tempatnya tenang dan tidak ribet. Yang paling penting, nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur selalu membekas di hati,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Keyne Syifaul Izzah (21). Mahasiswi asal Surabaya yang juga alumni Tebuireng ini merasa berziarah ke makam Gus Dur membantunya menyiapkan mental menjelang Ramadan. “Di sini saya merasa lebih tenang untuk berdoa. Tempatnya terbuka buat siapa saja, tidak ada kesan eksklusif,” katanya.

Dampak Ekonomi dan Edukasi Sejarah

Keberadaan makam ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Deretan pedagang kecil tampak menjajakan kebutuhan peziarah seperti air mineral, kitab doa, hingga cendera mata khas Gus Dur.

“Kalau sudah dekat puasa, pengunjung biasanya meningkat. Banyak yang datang rombongan, ini sangat membantu penghasilan kami,” ungkap Rahma (49), salah satu pedagang setempat.

Selain area makam, pengunjung juga bisa mengunjungi museum KH Hasyim Asy'ari yang berada di area Pondok Putri Tebuireng. Di dalam kompleks makam, terdapat pula lorong cendera mata yang dikelola pihak pesantren dengan harga yang cukup terjangkau.

Simbol Toleransi dan Kemanusiaan

Sebagai destinasi religi, Makam Gus Dur bukan sekadar tempat ziarah, melainkan ruang pembelajaran tentang nilai toleransi dan kemanusiaan. Keberagaman pengunjung dari berbagai latar belakang agama dan budaya memperkuat pesan Gus Dur tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Di tempat yang sederhana ini, banyak orang menemukan ketenangan dan semangat baru untuk menjalani Ramadan dengan hati yang lebih bersih. Makam Gus Dur menjadi pengingat bahwa persiapan menyambut bulan suci tidak harus mahal, melainkan cukup dengan refleksi diri yang mendalam. (Salimah)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.