SURABAYA - Jawa Timur dikenal sebagai gudang kekayaan kuliner yang beragam. Di antara sekian banyak hidangan tradisional yang bertahan lintas generasi, rawon tetap menjadi ikon yang tak pernah kehilangan penggemar. Sajian berkuah hitam pekat ini bukan sekadar identitas budaya, tetapi juga bukti nyata bahwa rasa yang autentik lahir dari proses pengolahan yang telaten.
Berbeda dengan sup daging pada umumnya, rawon memiliki ciri khas pada kuahnya yang berwarna hitam pekat. Warna dan aroma unik tersebut berasal dari kluwek, bahan utama yang menghadirkan cita rasa gurih dengan sentuhan earthy yang kuat. Disajikan dengan potongan daging sapi empuk, tauge pendek, telur asin, dan sambal, rawon menjadi hidangan yang kaya rasa sekaligus mengenyangkan.
Jembatan Tradisi di Lingkungan Kampus
Menariknya, tradisi kuliner rawon tetap hidup subur di tengah gaya hidup modern mahasiswa. Di Surabaya, khususnya di sekitar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketintang hingga area Universitas Telkom, kuliner tradisional ini memiliki tempat tersendiri di hati para mahasiswa yang dinamis.
Baca Juga : Legendaris Sejak 1960, Rawon di Socah Bangkalan Jadi Jujugan Masyarakat Biasa dan Para Pejabat
Salah satu titik yang paling ramai dikunjungi adalah Sentra Wisata Kuliner (SWK) Telkom. Kawasan ini menjadi tujuan favorit mahasiswa karena menawarkan beragam pilihan menu dengan harga yang sangat ramah di kantong. Di tempat inilah, rawon hadir sebagai jembatan antara tradisi kuliner Jawa Timur dengan padatnya aktivitas akademik.
Cita Rasa Konsisten dengan Harga "Ramah Kantong"
Rawon yang dijajakan di stand SWK Telkom dikenal memiliki cita rasa yang konsisten. Perpaduan kuah hitam kaya rempah dan nasi hangat menjadikannya pilihan aman untuk santap siang maupun makan malam. Dengan porsi yang mengenyangkan, rawon di sini mampu menjawab kebutuhan mahasiswa di tengah keterbatasan waktu dan anggaran.
Baca Juga : 5 Kuliner Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba, Tak Hanya Sego Tempong!
“Bayangkan, hanya dengan 12 ribu rupiah kita sudah bisa makan rawon enak di sini. Siapa yang tidak tertarik?” ujar Sabrina, mahasiswa Unesa yang kerap mengunjungi SWK Telkom bersama teman-temannya. Bagi Sabrina, rawon adalah menu favorit karena rasanya yang stabil dan cocok disantap kapan saja.
Lebih dari Sekadar Mengisi Perut
Bagi para mahasiswa, menikmati seporsi rawon di sela-sela jadwal kuliah bukan sekadar urusan memuaskan lapar. Momen tersebut sering dimaknai sebagai waktu jeda untuk melepas penat dan berbincang santai bersama rekan sejawat. Suasana sederhana di SWK Telkom justru menghadirkan kenyamanan tersendiri, jauh dari kesan terburu-buru.
Di tengah gempuran tren kuliner kekinian yang silih berganti, rawon di SWK Telkom membuktikan bahwa makanan tradisional tetap relevan bagi generasi muda. Rasa yang autentik, harga terjangkau, dan suasana yang akrab menjadikan hidangan ini terus bertahan sebagai simbol kebanggaan kuliner Jawa Timur di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya. (Salimah)
Editor : M Fakhrurrozi



















