BONDOWOSO - Pasca aksi ratusan warga yang mendatangi Mapolsek Ijen pada Senin siang, situasi kembali memanas setelah Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, dibawa warga ke Desa Kaligedang, Bondowoso.
Aksi tersebut dipicu pemeriksaan seorang warga terkait kasus pengerusakan tanaman kopi milik PTPN I Regional 5. Untuk meredam ketegangan, Forkopimda Bondowoso bersama ratusan personel gabungan turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan warga.
Ketegangan memuncak ketika rombongan Forkopimda menuju Desa Kaligedang. Di tengah perjalanan, mereka dihadang sejumlah pohon yang sengaja ditebang dan dibiarkan melintang di jalan desa.
Pohon-pohon tersebut terpaksa dipindahkan agar rombongan dapat melanjutkan perjalanan. Setibanya di lokasi, warga dikumpulkan untuk berdialog dan akhirnya sepakat mempersilakan Kapolsek kembali.
Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang di Kecamatan Ijen. Ia memastikan seluruh rangkaian pengamanan terus dioptimalkan demi menjaga kondisi tetap kondusif.
Dalam keterangannya, AKBP Harto menyebut Kapolsek dalam kondisi aman.
“Warga sudah memahami dan kondisi Pak Kapolsek tidak apa-apa, dalam arti di sana tidak ada hal-hal yang tidak mengenakkan. Warga cuma berbincang. Untuk kronologinya, pasca kami melakukan upaya paksa, ada beberapa warga yang datang ke Mapolsek. Sementara kondisi masih kondusif dan kami akan tetap mengoptimalkan pengamanan,” ujarnya.
Forkopimda yang hadir dalam dialog tersebut meliputi Kapolres Bondowoso, Komandan Kodim 0822, Ketua DPRD, serta Wakil Bupati Bondowoso. Dengan adanya komunikasi langsung tersebut, situasi di Desa Kaligedang maupun wilayah Ijen kini berangsur kondusif. (Rizqi Setiawan/Fadillah Putri)
Editor : M Fakhrurrozi



















