Menu
Pencarian


Pasca Erupsi Bromo, Kodim 0820 Probolinggo Siagakan Personel dan Skenario Evakuasi Warga

Farid Fahlevi - Jumat, 6 November 2026 12:30
Pasca Erupsi Bromo, Kodim 0820 Probolinggo Siagakan Personel dan Skenario Evakuasi Warga
Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodi Apriantono memantau langsung perkembangan aktivitas Bromo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Kodim 0820 Probolinggo bersama tim gabungan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi penyelamatan pascaerupsi Gunung Bromo. Kesiapsiagaan personel hingga skenario evakuasi disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila aktivitas vulkanik gunung tersebut kembali meningkat.

Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, turun langsung memantau perkembangan aktivitas Gunung Bromo di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/11/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan sehari setelah Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis sore (5/11/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Jumat siang, aktivitas gunung api tersebut masih terpantau fluktuatif meskipun kondisinya berangsur normal.

Ribut mengatakan, data perkembangan aktivitas vulkanik dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo menjadi salah satu dasar bagi jajaran Kodim dalam menentukan langkah antisipasi dan kesiapan personel di lapangan.

Menurutnya, informasi mengenai kondisi terkini gunung harus terus diperbarui agar seluruh unsur yang terlibat dapat mengambil tindakan secara cepat apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

"Kami datang langsung untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Bromo sekaligus berkoordinasi dengan petugas pengamatan. Data dari pos pengamatan ini menjadi bahan penting bagi kami untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Ribut.

Ia menegaskan, kesiapan personel menjadi perhatian utama, terutama untuk menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat berdampak terhadap masyarakat maupun wisatawan di kawasan Bromo.

"Prinsipnya, kami harus siap setiap saat. Jangan sampai ketika terjadi sesuatu, personel justru belum siap. Karena itu, seluruh unsur harus mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing," tegasnya.

Selain melakukan pemantauan, Kodim 0820 Probolinggo juga memperkuat koordinasi dengan Polres Probolinggo, BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo dari PVMBG, serta para relawan.

Koordinasi lintas instansi tersebut diperlukan untuk menyamakan langkah penanganan, mulai dari pemantauan perkembangan gunung, pengamanan kawasan, penyampaian informasi kepada masyarakat, hingga proses penyelamatan apabila terjadi kondisi darurat.

Ribut menjelaskan, mitigasi penyelamatan telah disiapkan melalui beberapa skenario. Di antaranya memastikan jalur evakuasi, kesiapan personel di sejumlah titik, serta pengaturan tugas masing-masing unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

"Kami sudah menyiapkan beberapa skenario, termasuk jalur evakuasi dan kesiapan petugas. Personel juga harus selalu siap selama 24 jam, sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa segera bergerak," jelasnya.

Di sisi lain, sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan juga terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi, termasuk paparan abu vulkanik.

Masyarakat di sekitar kawasan Bromo diimbau mulai membiasakan diri menggunakan masker ketika terjadi hujan abu. Selain itu, warga juga diminta menutup saluran air yang terbuka agar tidak mudah tercemar material abu vulkanik.

"Kami terus mengingatkan masyarakat dan pengunjung agar tidak lengah. Penggunaan masker perlu dibiasakan, terutama ketika terjadi hujan abu. Saluran air yang terbuka juga sebaiknya ditutup untuk mengantisipasi masuknya abu vulkanik," katanya.

Terkait aktivitas wisata, Ribut mengimbau agar kawasan kawah Bromo tetap steril dari aktivitas pengunjung, khususnya dalam radius satu kilometer dari kawah.

Imbauan tersebut sebagai langkah pencegahan mengingat aktivitas vulkanik Bromo masih mengalami fluktuasi. Pengunjung diminta tidak memaksakan diri mendekati kawah dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Untuk sementara, kawasan kawah harus benar-benar steril dari aktivitas pengunjung dalam radius satu kilometer. Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama," tegasnya.

Meski demikian, aktivitas wisata di kawasan Bromo secara umum masih berjalan. Wisatawan tetap dapat mengunjungi sejumlah destinasi yang diperbolehkan, dengan tetap mematuhi pembatasan dan ketentuan keselamatan yang diberlakukan petugas. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.