NGAWI - Kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Ngawi meningkat selama musim kemarau. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi mencatat kebutuhan air bersih saat ini mencapai sekitar 130 liter per jiwa setiap hari, naik sekitar 30 liter dibandingkan kondisi normal.
Dalam kondisi normal, kebutuhan air bersih masyarakat berada di kisaran 100 liter per jiwa per hari. Namun, cuaca yang lebih panas selama musim kemarau membuat konsumsi air masyarakat meningkat.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan kebutuhan tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, memasak hingga minum.
“Kebutuhan air bersih masyarakat itu untuk mandi, cuci, masak, dan minum. Saat musim kemarau kebutuhan cenderung meningkat, rata-rata bisa mencapai 130 liter per jiwa,” jelas Pipit.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan tersebut terutama dipengaruhi oleh bertambahnya konsumsi air untuk minum akibat kondisi cuaca yang panas.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, DPRKP Ngawi telah mengembangkan sejumlah sarana penyediaan air, di antaranya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Secara keseluruhan, terdapat 211 titik sarana penyediaan air yang tersebar di 138 desa. Masing-masing memiliki kapasitas produksi sekitar 2 hingga 3 liter per detik.
Namun, memasuki musim kemarau, beberapa titik mengalami penurunan debit air. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
DPRKP Ngawi bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait untuk melakukan dropping air ke wilayah yang membutuhkan. Selain itu, pemerintah juga mencari potensi sumber air baru, baik dari sumber permukaan maupun air tanah.
Kolaborasi dengan daerah lain juga dilakukan, termasuk melalui penambahan jaringan pipa untuk memperluas akses distribusi air bersih. Sementara untuk wilayah perkotaan, kebutuhan air bersih masyarakat cenderung dipenuhi melalui jaringan PDAM.
Pipit menambahkan, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak, terutama selama musim kemarau. Salah satunya dengan menerapkan sistem dimeterisasi pada penggunaan air.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan penyediaan air dengan sistem dimeterisasi. Tujuannya supaya penggunaan air bisa dikontrol dan masyarakat juga bisa lebih menghemat air,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap upaya tersebut dapat menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air.
Editor : JTV Madiun



















