KOTA BATU, PORTALJTV - Peningkatan kualitas pendidikan vokasi tidak bisa dilepaskan dari kompetensi tenaga pendidik. Guru dituntut terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar pembelajaran di sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia industri.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif Metrologi Jenjang SMK Negeri dan Swasta se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Kota Batu, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan ini diikuti 100 guru Teknik Pemesinan pilihan yang mewakili 24 Cabang Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Mereka mendapatkan penguatan kompetensi metrologi atau ilmu pengukuran yang memiliki peran penting dalam bidang manufaktur dan teknik pemesinan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir memberikan arahan menegaskan bahwa guru harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Sebab, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri menuntut tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitasnya.
Baca Juga : DJP Jatim I dan Kejati Jatim Sinergi Telusuri Aset Tindak Pidana Pajak

“Guru yang terus belajar adalah fondasi lahirnya generasi yang unggul,” tegas Aries.
Menurut Aries, tugas guru tidak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Lebih dari itu, guru memiliki tanggung jawab membekali siswa dengan keterampilan, pengalaman praktik, serta kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga : Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seorang siswa, baik dalam meraih prestasi, memasuki dunia kerja, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tidak terlepas dari peran dan dedikasi guru di baliknya.
“Murid yang hebat berasal dari guru-guru yang hebat. Murid yang berhasil, sukses dengan prestasinya sampai mereka bekerja, sampai mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, tentu di belakangnya ada guru-guru yang sangat luar biasa dedikasinya untuk mengembangkan ilmunya,” ungkap Aries.
Baca Juga : Sambut HUT RI Ke-81, PLN Pamekasan Buktikan Keandalan Listrik pada Puncak HARKOPNAS Jatim
Aries menilai, pengembangan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan SMK yang mampu bersaing. Terlebih, pendidikan vokasi memiliki karakteristik pembelajaran yang harus selaras dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri.
Karena itu, penguasaan keahlian produktif seperti metrologi menjadi penting bagi guru Teknik Pemesinan. Kompetensi pengukuran dibutuhkan dalam proses manufaktur, terutama untuk memastikan ketepatan dimensi dan kualitas hasil produksi.
Melalui kegiatan ini, 100 guru yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur didorong meningkatkan kemampuan profesional sekaligus menyelaraskan materi pembelajaran dengan standar industri.
Baca Juga : Kerjasama Jerman dan Jawa Timur: Pembangunan Kereta Listrik di Kota Surabaya
Disdik Jatim berharap penguatan kompetensi tersebut dapat mendorong pembelajaran vokasi yang semakin adaptif, relevan, dan berdampak. Guru tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mampu memberikan bekal keterampilan praktis yang dibutuhkan peserta didik.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas lulusan SMK di Jawa Timur agar memiliki kompetensi dan daya saing, baik ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















