Lupakan earphone nirkabel yang gampang hilang sebelah kini leher dan telinga mulai "kosong" karena fungsinya dipindahkan ke lensa kacamata. Tren kacamata pintar (smart glasses) tengah meroket dan perlahan menggeser posisi True Wireless Stereo (TWS) sebagai aksesori audio wajib anak muda.
Kepopuleran ini bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan laporan lembaga riset pasar, pengiriman kacamata pintar melonjak 167% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan Meta menguasai lebih dari 69% pangsa pasar global. Bahkan, CEO Meta menyebut jumlah pengguna harian kacamata pintarnya melonjak tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Kenapa Gen Z Jatuh Hati?
Daya tarik utama kacamata pintar terletak pada teknologi open-ear audio yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik atau menerima telepon tanpa menutup lubang telinga lebih praktis dan aman saat beraktivitas di jalan raya. Selain itu, fitur kamera terintegrasi memungkinkan pengguna mengabadikan momen secara instan hanya dengan menekan tombol di gagang kacamata, tanpa perlu merogoh ponsel dari saku.
Lini terbaru pun makin agresif merambah pasar. Meta baru saja meluncurkan tiga model kacamata AI Adventurer, Fury, dan Meta Glasses by Kylie dengan harga mulai USD299, lebih murah 80 dolar dibanding Ray-Ban Meta generasi kedua. Semua model tersebut dibekali Muse Spark, model AI pertama buatan Meta yang dirancang khusus untuk perangkat wearable.
Dari sisi fitur premium, varian layar seperti Ray-Ban Meta Display menawarkan pengalaman lebih futuristis dengan tampilan digital di dalam lensa yang dikendalikan lewat gelang neural. Sementara itu, kompetitor seperti Google dan Samsung dikabarkan tengah menyiapkan kacamata AI berbasis Android XR untuk menyaingi dominasi Meta.
Di balik euforia ini, isu privasi tetap menjadi sorotan. Fitur kamera yang mudah diaktifkan memicu kekhawatiran soal penyalahgunaan, meski setiap perangkat dilengkapi lampu indikator LED saat merekam. Analis pasar juga menilai tantangan terbesar bukan lagi soal harga, melainkan meyakinkan konsumen bahwa perangkat ini benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar gimmick teknologi.
Terlepas dari pro-kontra tersebut, satu hal jelas: kacamata pintar bukan lagi sekadar aksesori fashion, melainkan pesaing serius TWS dalam merebut hati generasi digital. (Naswa Thalita Zada)
Editor : Iwan Iwe



















