SIDOARJO - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo, berlangsung meriah dan jauh dari kesan menegangkan. Ratusan lebih siswa baru kompak menggelar tarian kolosal bertajuk 'Tari Aji Cakrawala' sebagai ajang perkenalan yang menyenangkan dan bebas dari peloncoan.
Uniknya, ratusan siswa kelas 10 ini menari sembari membawa kipas yang telah ditulisi nama mereka masing-masing. Strategi ini sengaja diterapkan agar para siswa dapat saling mengenal teman baru mereka dengan cara yang seru.
"MPLS ini kami mengambil tema RAMAH, sesuai dengan amanat Bapak Menteri Pendidikan untuk mengenalkan sekolah yang menyenangkan tanpa peloncoan. Strategi kami agar anak-anak saling mengenal lewat tarian," kata Kepsek SMAN 1 Wonoayu Ririn Faridah, Senin (13/7/2026).
Ririn menjelaskan, Tari Aji Cakrawala ini merupakan karya orisinal yang digagas oleh guru seni tari di SMAN 1 Wonoayu. Saat menari bersama, para siswa yang masih mengenakan seragam asal SMP masing-masing tersebut saling melirik kipas satu sama lain untuk mengetahui nama temannya.
"Uniknya anak-anak membawa kipas yang sudah ada namanya. Harapan kami saat menari kolosal, mereka bisa melirik kipas temannya, 'Oh ini namanya Ali, oh ini namanya Anis'. Jadi bisa saling kenal," tambahnya.
Meski statusnya merupakan siswa baru, ratusan pelajar ini tampak luwes membawakan gerakan tari. Ririn menyebut, para siswa sebelumnya sudah diberikan pembekalan materi tari sejak masa pra-MPLS dengan didampingi oleh kakak tingkat atau pengurus gugus.
"Sebelumnya sudah ada bekal saat pra-MPLS kemarin. Didampingi kakak gugus masing-masing dan kami siapkan videonya juga agar anak-anak bisa latihan sendiri di rumah," terangnya.
Tak hanya menari massal, MPLS di SMAN 1 Wonoayu juga diisi dengan kegiatan produktif yang mengangkat kearifan lokal. Para siswa baru diajarkan keterampilan membuat kerajinan khas Sidoarjo yang nantinya bisa langsung mereka gunakan.
Siswa laki-laki diajarkan membuat Udeng Pacul Gowang khas Sidoarjo, sementara siswa perempuan diajarkan berkreasi membatik syal. Karya keterampilan ini nantinya wajib dipakai para siswa pada hari Kamis pertama setiap bulannya.
"Kami berikan keterampilan berdampak. Laki-laki membuat Udeng Pacul Gowang, yang perempuan membatik syal. Nantinya ini akan dimanfaatkan mereka saat hari Kamis pertama di awal bulan ketika memakai pakaian adat, sehingga menjadi identitas khas siswa SMAN 1 Wonoayu," pungkas Ririn.
Sementara itu, bagi Vio Dan Anindia, siswa baru kelas 10, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Wonoayu (Smaniwa) Sidoarjo menyisakan kesan mendalam bagi mereka. Alih-alih menegangkan, kegiatan MPLS di sekolah ini dinilai sangat seru dan menantang, salah satunya lewat aksi menari massal.
"Iya tadi kami menari Tarian Aji Cakrawala. Tariannya seru banget, koreografi bagus.Walaupun kami latihannya 3 hari, namun tadi semua siswa-siswi dapat menari dengan kompak," ucap Vio dan Anindia, pelajar kelas 10 SMAN 1 Wonoayu.
Selain diisi dengan menari massal, MPLS SMAN 1 Wonoayu yang berjalan aman tanpa pungutan biaya sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 ini juga membekali siswa dengan muatan lokal. Para siswa laki-laki diajarkan membuat Udeng Pacul Gowang khas Sidoarjo, sedangkan siswa perempuan berkreasi membatik syal. Kerajinan tangan ini nantinya akan dipakai secara rutin sebagai identitas budaya lokal pada hari Kamis pertama setiap bulannya.
Editor : Bagoes Ri

















