NGAWI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ngawi tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembekalan mengenai pencegahan radikalisasi, bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta pencegahan perundungan (bullying).
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngawi. Pada hari pertama MPLS, ratusan siswa baru mendapatkan materi tentang bahaya radikalisasi dan kekerasan terhadap anak. Dalam kegiatan itu, sekolah menghadirkan Tim Satgaswil Jawa Timur Densus 88 Antiteror, Polres Ngawi, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi sebagai narasumber.
Kepala SMP Negeri 2 Ngawi, Purwanto, mengatakan materi tersebut diberikan sebagai upaya membentuk karakter siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
"Melalui MPLS ini kami ingin memberikan bekal kepada peserta didik baru agar memahami bahaya radikalisasi, penyalahgunaan NAPZA, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Karena itu kami menggandeng Densus 88, Polres Ngawi, dan DP3AKB agar materi yang disampaikan lebih komprehensif," ujar Purwanto.
Baca Juga : Bulog Salurkan 3.600 Liter MinyaKita ke Dua Pasar Tradisional di Ngawi Setiap Pekan
Selain mengenalkan lingkungan sekolah dan tata tertib, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus berorientasi pada kepentingan peserta didik dan dilaksanakan secara ramah anak.
"MPLS harus menjadi kegiatan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Melalui kegiatan ini diharapkan mereka dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik sehingga lebih cepat beradaptasi dan siap mengikuti proses pembelajaran," kata Kabul Tunggul Winarno.
Baca Juga : Truk Tabrak Sepeda Motor hingga Terbakar di Ngawi, Pengendara Tewas di Tempat
Pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah di Kabupaten Ngawi berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga menanamkan karakter positif, sikap toleran, dan kesadaran terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat memengaruhi generasi muda.
Editor : JTV Madiun



















