Muhammad Rafardhan Atharizz atau yang akrab disapa Athar, seorang bocah berusia 9 tahun berhasil memukau perhatian publik dunia setelah tampil mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi 51Talk Global Youth Summit 2026 di Beijing, China.
Di usianya yang masih sangat belia, Athar menunjukkan keberanian besar dan kepekaan sosial yang tinggi untuk berdiri di podium internasional demi menyuarakan isu-isu lingkungan hidup yang krusial.
Berdiri tegap dengan balutan busana formal dan rasa percaya diri yang tinggi, Athar menyampaikan pidato utamanya yang mengusung tema besar “My Hometown, Our Planet.” Dalam presentasi tersebut, ia secara spesifik menyoroti krisis pencemaran sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Athar memaparkan keresahannya mengenai bagaimana tumpukan limbah plastik yang tak terkelola dengan baik dari berbagai belahan dunia akhirnya bermuara ke lautan, merusak ekosistem bahari, serta mengancam keselamatan dan keberlanjutan hidup beraneka ragam satwa laut.
Kehadiran Athar di forum kepemudaan dunia ini menjadi sarana penting baginya untuk bertukar gagasan, pandangan, serta solusi kreatif bersama anak-anak muda berbakat lainnya yang datang dari berbagai negara.
Dalam pesan penutup pidatonya yang menyentuh, Athar mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat dunia bahwa aksi menyelamatkan bumi tidak harus menunggu hal-hal besar. Ia menekankan pentingnya memulai langkah nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan yang dapat diinisiasi dari tindakan sederhana di tempat tinggal kita masing-masing.
Aksi memukau serta keberanian Athar dalam membawa pesan kritis mengenai masa depan planet bumi ini mendadak viral dan memanen gelombang pujian dari warganet di media sosial. Banyak pihak mengaku bangga dan terharu melihat anak Indonesia berusia 9 tahun mampu berbicara dengan begitu lugas di hadapan audiens internasional.
Keberhasilan Athar ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi agen perubahan global, sekaligus menjadi contoh teladan bagi generasi muda Indonesia lainnya untuk berani tampil dan bersuara di panggung dunia. (Nailah Cleva/Dia Vionita)
Editor : Iwan Iwe



















