Menu
Pencarian

Menjamurnya Event Lari Dorong Gaya Hidup Sehat

Portaljtv.com - Kamis, 4 Juni 2026 17:27
Menjamurnya Event Lari Dorong Gaya Hidup Sehat
Pemberangkatan peserta Surabaya Beach Fun Run

SURABAYA - Menjamurnya event lari yang digelar di Surabaya sepanjang Juni menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Mulai dari fun run hingga event tematik, berbagai kegiatan lari hadir hampir setiap pekan dan selalu menarik perhatian peserta.

Pada pekan pertama Juni saja, setidaknya terdapat beberapa event lari yang menawarkan kategori berbeda, mulai dari jarak pendek hingga menengah. Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari bukan tanpa alasan. Selain mudah dilakukan, olahraga ini juga tidak membutuhkan biaya besar. Lari dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama komunitas, serta fleksibel dari segi waktu dan tempat.

Dalam sebuah podcast, dokter sekaligus pegiat lari, Dr. Tirta, menyebut bahwa lari dapat membantu mengendalikan stres melalui peningkatan hormon endorfin dan dopamin setelah berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Setiap lari nanti stresnya hilang karena ada running high, yaitu efek senang seusai lari,” ujarnya.

Selain membantu menjaga kesehatan mental, ia juga menjelaskan bahwa lari bermanfaat untuk melatih kekuatan otot kaki dan meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Perkembangan media sosial turut mendorong popularitas olahraga lari. Berbagai konten seputar lari, mulai dari aktivitas komunitas hingga unggahan hasil latihan di aplikasi Strava, membuat semakin banyak orang tertarik untuk mencoba olahraga tersebut. Istilah “pelari kalcer” pun kerap muncul dan menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Meski awalnya hanya mengikuti tren, manfaat yang dirasakan setelah rutin berlari membuat banyak orang akhirnya menjadikan olahraga ini sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

Namun, olahraga lari tetap perlu dilakukan dengan metode yang tepat untuk menghindari risiko cedera. Pemanasan menjadi tahapan penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum mulai berlari.

Bagi pemula, metode run-walk atau kombinasi antara lari dan berjalan dalam durasi tertentu dapat menjadi pilihan yang aman untuk membangun kebiasaan berolahraga.

“Metode itu bagus untuk membangun aerobic base. Nanti bisa dinaikkan secara bertahap tiap minggu untuk durasinya,” ungkap dokter yang juga aktif di media sosal.

Selain itu, penyesuaian intensitas latihan juga perlu diperhatikan. Pelari disarankan mengenali kemampuan tubuh masing-masing dan tidak memaksakan target yang terlalu tinggi demi mendapatkan hasil instan.

“Semua pelari profesional awalnya juga pemula. Jadi jangan terpaku pada catatan waktu. Rasakan kondisi tubuh. Kalau sudah mulai ngos-ngosan, berhenti sejenak atau kurangi pace-nya,” tutupnya.

Kini, lari bukan lagi sekadar olahraga, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Meningkatnya jumlah event lari yang digelar menjadi salah satu indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.(Luluk Listiani)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.