SURABAYA - Karya inovatif mahasiswa kembali menjadi sorotan menjelang wisuda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada 14–15 Februari 2026. Salah satunya datang dari mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FFTEIC), Ahmad Justine Ivana.
Mahasiswa yang akrab disapa Justin ini menghadirkan solusi teknologi untuk sektor pertanian melalui tugas akhir berjudul Rancang Bangun Alat Pemisah dan Pemanas Padi Berbasis Suhu dan Kelembapan.
Justin mengembangkan alat berbasis mikrokontroler yang mampu memisahkan sekaligus mengeringkan gabah secara otomatis menggunakan sensor suhu dan kelembapan. Inovasi ini dilatarbelakangi permasalahan nyata di lapangan, di mana proses pengeringan gabah masih bergantung pada cuaca dan tenaga manual sehingga berisiko menurunkan kualitas hasil panen.
Dalam penelitian yang dilakukan, alat dirancang menggunakan sistem kontrol otomatis dengan sensor suhu dan kelembapan sebagai parameter utama pengeringan. Heater digunakan sebagai sumber panas dalam sistem pengeringan gabah yang dirancang. Sistem tersebut bekerja secara real-time untuk menjaga kestabilan suhu dan mempercepat proses pengeringan gabah sehingga menghasilkan tingkat kekeringan yang lebih merata dibanding metode tradisional.
Selain itu, alat juga mengintegrasikan mekanisme pemisahan gabah dan ampas menggunakan prinsip perbedaan massa jenis dengan bantuan aliran udara blower. Dengan sistem ini, proses pascapanen menjadi lebih efisien, cepat, serta berpotensi menekan kerugian petani akibat kadar air yang tidak stabil.
Justin menuturkan bahwa ide penelitian ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi petani Indonesia, khususnya saat musim hujan.
“Saya ingin skripsi ini bisa membantu petani, terutama saat musim hujan. Dengan alat pemanas padi ini, gabah bisa langsung dikeringkan setelah panen sehingga kualitasnya tetap terjaga dan petani tidak merugi,” ujarnya.
Menariknya, Justin menempuh pendidikan sebagai mahasiswa kelas malam karena harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Saat ini ia bekerja sebagai Building Management di Trans Property (Trans Group). Meski memiliki kesibukan tinggi, Justin mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,5.
Latar belakang pendidikan Justin juga selaras dengan bidang yang ia tekuni. Ia merupakan lulusan SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik jurusan Instalasi Tenaga Listrik, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di MTs Raden Fatah Driyorejo Gresik. Ketertarikannya pada Teknik Elektro didorong oleh minat mengikuti perkembangan teknologi.
Selama berkuliah di Untag Surabaya, Justin juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia tergabung dalam UKM Pramuka sejak semester 1 hingga 2, serta sempat mengikuti UKM Bulutangkis pada semester awal perkuliahan.
Karya tugas akhir ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Untag Surabaya mampu menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung modernisasi sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















