SURABAYA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra bangsa di ajang internasional. Ali Azhar Damarrosydi, mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya, berhasil meraih nominasi dalam kategori fotografi di Jaipur International Film Festival (JIFF) 2026 yang diumumkan pada 1 Januari 2026.
Ali mengirimkan karya fotografinya dengan judul The Dance of the Soul: The Dynamics of Life in Remo Movement. Karyanya milik Ali ini berhasil menembus dalam 3rd List nominasi JIFF 2026.
Foto tersebut menampilkan penari remo yang dipentaskan di Alun-alun Kota Surabaya saat hujan, mengangkat kekayaan budaya Jawa khususnya tarian tradisional dari kampung halaman Ali.
Karya yang masuk nominasi tersebut merupakan hasil jepretan Ali saat menempuh semester 2 perkuliahan, yang sebenarnya merupakan tugas ujian tengah semester bersama karya lainnya berjudul Seeds of Life: The Eternal Dialogue Between Soil and People.
Baca Juga : Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Raih Nominasi Fotografi di Jaipur International Film Festival 2026
Menariknya, berdasarkan informasi dari Filmfreeway, karya fotografi Ali memiliki beberapa kekurangan teknis yang cukup mencolok dalam standar fotografi profesional. Kaki penari remo dalam foto tersebut terlihat terpotong, yang dinilai kurang memenuhi aspek foto jurnalistik.
Andi Prayono, seorang jurnalis yang berfokus pada bidang foto jurnalistik, memberikan pandangannya terkait karya Ali. Menurutnya, karya Ali masih banyak yang belum memenuhi aspek foto jurnalistik.
"Saya agak aneh aja sih, itu dari segi aspek pencahayaan agak masih kurang, mana lagi ke crop juga fotonya, agak kurang aja, tapi herannya kok bisa masuk nominasi di JIFF 2026," ujarnya.
Baca Juga : Ali Azhar D Sabet Penghargaan Magician of Motion Picture dari World Film Carnival Singapore
Menanggapi berbagai komentar, Ali mengakui keterbatasan teknisnya saat mengerjakan foto tersebut. Ia menuturkan bahwa hal tersebut akan dijadikan pelajaran baginya untuk berkembang.
"Saya akui itu, memang pada waktu itu saya masih kurang dalam segi teknis di bidang fotografi, akan tetapi saya akan belajar terus menerus untuk memberikan hasil yang terbaik," kata Ali saat dikonfirmasi.
Ali juga menegaskan bahwa pencapaiannya ini tidak ada kaitannya dengan kecurangan dalam penilaian. Menurutnya, hak penilaian tersebut sepenuhnya milik juri yang menilai karya fotografinya.
"Ini adalah murni dari penilaian dewan juri, kita hormati semua keputusan yang diambil oleh dewan juri JIFF 2026," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari website resmi Jaipur International Film Festival, kategori fotografi tahun ini hanya memiliki tiga nominator, dengan dua nominator lainnya berasal dari Italia dan Inggris.
Ali menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk nominasi di kategori tersebut. Ini membuktikan karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat internasional meskipun dengan segala keterbatasan.
Editor : Khasan Rochmad



















