SURABAYA - Universitas Adi Buana (UAB) Surabaya menggelar Capstone & Exhibition Entrepreneurship 2026 di Selasar Gedung Teknik Elektro, Rabu (14/1/2026).
Berbagai inovasi ditampilkan dalam ajang yang digelar mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ini. Inovasi tersebut dipamerkan sebagai upaya menghadirkan solusi praktis atas permasalahan yang kerap dialami mahasiswa, terutama saat musim hujan.
Alat pengering sepatu ini merupakan karya mahasiswa semester enam Teknik Elektro yang terdiri dari M. Agung Prasetyo, Ahmad Adi Wicaksono, M. Imam Maliki, dan M. Khoirunnizam.
Prototipe tersebut dikembangkan dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Perancangan Elektronika Industri, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran.
Agung menjelaskan bahwa ide pembuatan alat ini berangkat dari studi kasus yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Menurutnya, pada musim hujan, sepatu sering kali tidak sempat kering saat hendak digunakan kembali keesokan harinya.
“Studi kasusnya itu terutama mahasiswa. Saat musim hujan, biasanya sepatu basah karena kehujanan. Besoknya mau berangkat kuliah, tapi sepatu belum kering. Dari situ kami membuat alat pengering sepatu supaya bisa digunakan kembali,” ujar Agung.
Ia menambahkan, alat yang dibuat masih berupa prototipe awal terinspirasi dengan bentuk rak sepatu namun telah dirancang dengan sistem keamanan dan efisiensi yang diperhitungkan.
Alat pengering sepatu ini menggunakan sistem sirkulasi udara panas dengan bantuan kipas angin serta elemen pemanas (heatsink) agar panas dapat tersebar merata tanpa menimbulkan risiko kebakaran.
“Di dalam alat kami buat seperti ruang tertutup dengan media penghantar panas, kemudian udara panas disirkulasikan menggunakan kipas. Waktu pengeringan maksimal sekitar 30 menit sampai satu setengah jam,” jelasnya.
Selain itu, prototipe ini ke depan akan dikembangkan agar bisa memakai sistem monitoring berbasis IoT.
Melalui aplikasi Blynk, pengguna dapat memantau suhu dan waktu pengeringan secara real time.
“Ini masih prototipe. Nantinya bisa dikembangkan lagi dari sisi fitur supaya lebih maksimal dan bisa digunakan oleh UMKM,” imbuh Agung.
Sementara itu, panitia Capstone & Exhibition Entrepreneurship 2026, Mochamad Wahyu Eko, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan berbagai karya inovatif mahasiswa dari sejumlah program studi, di antaranya Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, hingga Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).
“Proyek yang dipamerkan ada lebih dari 20 karya mahasiswa. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengarahkan inovasi mahasiswa agar bisa berdampak langsung, khususnya bagi UMKM dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, selain alat pengering sepatu, terdapat pula proyek lain berupa peralatan pendukung produksi UMKM makanan, seperti alat pengolahan jajanan tradisional yang dirancang agar lebih efisien dan higienis.
Tak hanya pameran, kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi talkshow. Talkshow tersebut menghadirkan mahasiswa inovator serta dosen pembimbing yang membahas pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung pengembangan UMKM dan pembangunan berkelanjutan.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya berhenti di pameran, tetapi terus mengembangkan inovasi mereka agar benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” pungkas Wahyu. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















