JAKARTA - Kabar membanggakan datang dari pesinetron Tanah Air, Aiman Ricky. Ia secara resmi dinyatakan lolos sertifikasi sebagai pembimbing ibadah haji setelah melalui proses seleksi ketat dan bersaing dengan ratusan peserta profesional lainnya.
Meski merasa bahagia atas pencapaian tersebut, Aiman mengaku merasakan dilema tersendiri. Ia menyebut ada beban mental yang muncul setelah dirinya dinyatakan sebagai pembimbing haji bersertifikat.
“Itu salah satu yang membuat aku dilematis. Bahagia karena lulus, tapi berat juga,” ungkap Aiman saat tampil dalam program Pagi-Pagi Ambyar di Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kekhawatiran terbesar adalah stigma masyarakat yang kerap langsung menyematkan gelar “Ustaz” atau menganggapnya sebagai sosok yang paling paham agama. “Menjadi pembimbing itu stigmanya orang-orang jadi kayak, ‘Wah, Ustaz! Wah, orang paling pintar!’. Itu membuat aku harus lebih mawas diri,” curhatnya.
Aiman menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan tentang siapa yang paling tinggi ilmunya, melainkan tentang penyamaan visi dan misi pelayanan ibadah haji sesuai standar pemerintah. Ia ingin perannya dipahami sebagai bentuk pengabdian kepada jemaah, bukan sekadar pencitraan religius.
Tetap Jalani Karier di Dunia Hiburan
Meski kini menyandang status baru, Aiman memastikan kariernya di dunia hiburan tetap berjalan. Saat ini, ia tengah menjalani proses syuting sinetron Ramadan yang akan segera tayang.
“Alhamdulillah sekarang masih syuting sinetron Ramadan. Jadi kegiatan entertain tetap jalan, melayani tamu-tamu Allah juga insyaallah ingin jalan terus,” ucap Aiman Ricky. Ia berharap dapat menyeimbangkan dua peran tersebut secara profesional, baik sebagai figur publik maupun pembimbing jemaah haji.
Terinspirasi dari Pengalaman Haji 2022
Keinginan menjadi pembimbing haji rupanya tumbuh sejak Aiman menunaikan ibadah haji pada 2022. Saat itu, ia terinspirasi oleh dedikasi para petugas yang dengan tulus membantu jemaah lanjut usia.
“Ketika tahun 2022 aku ibadah haji, aku ingin banget menjadi petugas yang membantu nenek-nenek dan kakek-kakek,” tuturnya. Pengalaman spiritual tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya serius menekuni bidang pembimbingan haji.
Sempat Gagal Dua Kali
Perjalanan Aiman tidaklah mulus. Ia mengaku sempat dua kali mendaftar sebagai petugas haji, namun kandas karena kendala administrasi. “Aku sudah dua kali memasukkan (lamaran) sampai pernah tidak lolos karena tidak lengkap. Salah satu yang paling penting adalah surat rekomendasi yang saat itu aku tidak punya,” jelasnya.
Kesempatan baru muncul melalui program sertifikasi pembimbing ibadah haji. Meski sempat merasa minder karena mayoritas peserta berasal dari kalangan profesional, Aiman tetap memberanikan diri. Dari total peserta, hanya ia yang berangkat dari jalur mandiri.
“Aku mikir, sudahlah yang penting aku coba saja dulu, bismillah,” tambahnya.
Keikutsertaannya dalam program ini sempat ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @aimanrickyy. Kini, setelah resmi dinyatakan lolos, Aiman siap menghadapi babak baru dalam hidupnya; menyeimbangkan panggung hiburan dan panggilan spiritual sebagai pelayan jemaah haji. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















