JEMBER - Banjir tak terduga merendam sejumlah permukiman warga di Kabupaten Jember. Genangan air yang datang secara tiba-tiba tersebut dilaporkan mulai masuk ke rumah-rumah warga pada Jumat (13/2/2026) dini hari.
Tim gabungan yang terdiri dari relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Tagana turun langsung melakukan evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan warga yang sedang sakit. Kondisi air yang naik dengan cepat membuat sejumlah warga terjebak di dalam rumah, sehingga proses evakuasi dilakukan dengan berbagai metode.
Dua desa terdampak cukup parah berada di Kecamatan Balung, yakni Desa Curah Malang dan Desa Gumelar. Petugas menggunakan perahu karet hingga mobil khusus off-road (4x4) untuk menjangkau titik-titik permukiman yang terisolasi.
Dalam proses evakuasi, petugas bahkan harus menerjang genangan air tinggi untuk menjemput warga dari dalam rumah. Prioritas diberikan kepada lansia dan penderita sakit kronis, termasuk warga yang menderita stroke. Di satu titik sekitar area lapangan, sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Permintaan Kurma Naik Tajam
Menurut keterangan warga setempat, banjir dengan intensitas seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah mereka dan tidak pernah diprediksi sebelumnya.
“Sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 WIB, kami melakukan proses evakuasi di tengah genangan banjir. Kami menggunakan berbagai cara, mulai dari perahu karet hingga evakuasi manual dan bantuan mobil khusus,” kata David Handoko, Ketua Relawan, saat berada di lokasi banjir.
David menambahkan, banjir ini murni genangan air tak terduga karena sebelumnya kawasan tersebut tidak pernah mengalami banjir hingga masuk ke dalam rumah.
Baca Juga : Tragis, Bayi Perempuan Ditemukan di Dalam Kardus
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti rumah warga yang terdampak masih dalam pendataan. David Handoko mengimbau seluruh tim gabungan dari BPBD dan Tagana untuk terus bahu-membahu dalam proses evakuasi, mengingat "lompatan" air dilaporkan cukup deras hingga meluap ke jalan raya dan menyeberang ke area permukiman di sisi lainnya. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















