PACITAN - Libur sekolah selama tiga pekan menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata melonjak hingga mencapai sekitar Rp1,3 miliar, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Muniirul Ichwan, mengatakan capaian tersebut diperoleh selama masa libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026.
"Libur sekolah mulai tanggal 22 Juni sampai tanggal 12 Juli. Dari total PAD yang kita dapat selama tiga minggu liburan kurang lebih mencapai Rp1,3 miliar," kata Muniirul.
Menurutnya, Pantai Klayar masih menjadi destinasi wisata paling diminati wisatawan. Namun, sejumlah objek wisata lain juga mulai menunjukkan peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. "Yang paling favorit tetap Klayar, tetapi beberapa objek sekarang juga mengalami peningkatan signifikan seperti kawasan Pringkuku dan Watu Karung. Salah satu cara meningkatkan kunjungan wisatawan adalah melalui kolaborasi dengan objek wisata yang dikelola desa maupun swasta," ujarnya.
Muniirul menyebut, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan selama libur sekolah tahun ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode liburan tahun sebelumnya. "Kalau kita bandingkan dengan liburan tahun lalu, peningkatannya hampir 30 persen," ungkapnya.
Ia menegaskan, kenaikan kunjungan tersebut bukan semata-mata karena adanya inovasi baru, melainkan hasil pembenahan tata kelola destinasi wisata yang terus dilakukan Disparbudpora bersama para pengelola.
"Sebenarnya bukan inovasi. Kami lebih mengedepankan perbaikan manajemen tata kelola di internal, meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, serta memperkuat kolaborasi dengan Pokdarwis, pengelola swasta, hingga biro perjalanan yang membawa wisatawan ke Pacitan," jelasnya.
Di sisi lain, Disparbudpora juga memperkuat sistem pengelolaan pendapatan dari sektor wisata melalui pemantauan transaksi secara real-time. Seluruh penerimaan dari destinasi wisata kini dapat dipantau langsung oleh pemerintah daerah.
"Sekarang PAD bisa dipantau secara real-time. Kominfo bisa melihat setiap saat berapa pendapatan yang masuk. Selain itu, setiap pukul 16.00 WIB Bank Jatim mengambil setoran dari seluruh destinasi wisata, kemudian langsung ditransfer ke rekening bendahara penerimaan dan selanjutnya masuk ke rekening kas pemerintah daerah," terang Muniirul.
Ia berharap sistem tersebut mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah dari sektor pariwisata. "Harapannya memang seperti itu, sehingga potensi kebocoran bisa diminimalisir," pungkasnya. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















