KEDIRI - Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang bersamaan dengan libur sekolah memberikan dorongan signifikan bagi industri perhotelan di Kota dan Kabupaten Kediri. Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel melonjak hingga mencapai 80 persen.
Data terbaru menunjukkan angka okupansi rata-rata tersebut mengalami peningkatan pesat dibandingkan periode sama tahun 2024, yang hanya berkisar 50-60 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kebangkitan sektor pariwisata lokal di penghujung tahun.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri, Sri Rahayu Titik Nuryati, menyatakan rasa syukur atas tren positif ini. “Ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi sektor pariwisata di Kediri,” ujarnya.
Menurut Sri Rahayu, faktor utama peningkatan ini adalah fenomena libur panjang akhir tahun yang serentak. Banyak warga dari luar kota memanfaatkan momen ini untuk mengunjungi keluarga di Kediri.
Data PHRI menunjukkan, tamu hotel didominasi wisatawan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta. “Tidak hanya sekadar singgah, durasi menginap para tamu tahun ini juga tergolong lama dengan rata-rata length of stay mencapai 3 sampai 4 hari,” tambah Sri Rahayu.
Kondisi ini diprediksi bertahan hingga puncak tahun baru. Pemesanan kamar untuk akhir pekan mendatang terus mengalir ke sekitar 20 hotel anggota PHRI Kediri, menunjukkan geliat ekonomi yang menggembirakan di akhir tahun 2025. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















