SURABAYA - Wisma Jerman menyiapkan sejumlah program budaya unggulan sepanjang 2026, mulai dari pemutaran film hingga konser musik, untuk memperkenalkan budaya Jerman kepada masyarakat Indonesia. Program tersebut dipaparkan dalam kegiatan media gathering edisi keempat yang digelar pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi ajang bagi Wisma Jerman Surabaya untuk memaparkan berbagai agenda di bidang bahasa, budaya, dan ekonomi sekaligus memperkuat relasi dengan media.
Sebagai mitra resmi Goethe-Institut Indonesia, Wisma Jerman juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Jerman di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, Wisma Jerman berperan sebagai jembatan informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui peluang pendidikan, budaya, maupun kerja sama ekonomi dengan Jerman.
Selain menyediakan kursus bahasa Jerman, Wisma Jerman juga aktif menghadirkan berbagai kegiatan budaya yang bertujuan memperkenalkan kehidupan dan kebudayaan Jerman secara lebih dekat kepada masyarakat.
Direktur Wisma Jerman, Mike Nueber, mengatakan program budaya tidak hanya memperkuat kerja sama antara Jerman dan Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka yang pernah tinggal di Jerman untuk kembali mengingat pengalaman mereka di negara tersebut.
"Bagi mereka yang pernah tinggal di Jerman dan kini berada di Indonesia, kegiatan ini memberi kesempatan untuk kembali mengingat pengalaman mereka di sana. Di sini mereka dapat menggunakan bahasa Jerman saat berinteraksi agar kemampuan bercakapnya tetap terjaga," ujarnya.
Pada tahun ini, program budaya Wisma Jerman lebih banyak difokuskan pada kegiatan pemutaran film Jerman serta pertunjukan musik. Kedua kegiatan tersebut dipilih karena dinilai lebih mudah diterima masyarakat, sekaligus menjadi sarana hiburan dan pembelajaran budaya.
Kepala Bagian Pemrograman Budaya Wisma Jerman, Dhanana, yang akrab disapa Ipung, mengatakan program pemutaran film mendapat respons positif dari masyarakat pada tahun sebelumnya.
"Penayangan film mendapat respons yang cukup baik pada tahun lalu. Oleh karena itu, pada tahun ini program budaya kami lebih banyak didominasi oleh kegiatan pemutaran film," ujarnya.
Salah satu contohnya adalah pemutaran film Hilden yang mendapat banyak apresiasi dari penonton. Film tersebut menceritakan kegigihan seorang tokoh dalam menjalankan tugasnya sebagai perawat, sehingga memberikan gambaran mengenai kehidupan dan dunia kerja di Jerman, terutama bagi kalangan muda yang tertarik berkarier di negara tersebut.
Sejumlah agenda budaya yang akan digelar sepanjang 2026 antara lain pemutaran film akhir pekan Kinowochenende yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali, program Road to Seriale Indonesia pada April 2026, Kinofest, serta partisipasi dalam festival film internasional Europe on Screen.
Selain film, Wisma Jerman juga menghadirkan program musik seperti Pieter Gunawan Concert yang menampilkan musisi lulusan Austria. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh perspektif baru mengenai pengalaman menempuh pendidikan seni di luar negeri.
Berbagai program tersebut akan digelar secara berkala sepanjang 2026 dan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal budaya Jerman lebih dekat. (Luluk Listiani)
Editor : A. Ramadhan



















