KABUPATEN PASURUAN - Siapa sangka lahan bekas galian tambang pasir yang lama terbengkalai kini menjelma menjadi destinasi wisata alam yang menawan. Kawasan tersebut dikenal dengan nama Lembah Diyeng, berlokasi di Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada ketinggian sekitar 350 meter di atas permukaan laut.
Area ini menyuguhkan bentang alam berupa padang rumput hijau yang luas dan menyegarkan mata. Saat musim hujan, rumput tumbuh subur dan menciptakan suasana alam terbuka yang cocok untuk melepas penat. Keindahannya semakin lengkap dengan latar Gunung Penanggungan yang menjulang, menghadirkan hawa sejuk dan panorama yang memikat.

Dikutip dari berbagai sumber, kawasan seluas kurang lebih 10 hektare ini kini menjadi salah satu alternatif wisata alam favorit warga. Selain untuk berfoto, banyak pengunjung datang untuk bersantai, berjalan kaki, hingga berolahraga ringan seperti bersepeda.
Baca Juga : Dinas Pariwisata Kab Malang Jalin Kerjasama Kelola Coban Sewu
Jarak tempuh menuju Lembah Diyeng sekitar 38 kilometer dari Kota Surabaya, atau sekitar satu jam perjalanan. Lokasinya pun cukup mudah ditemukan karena sudah tertera di Google Maps. Namun, akses menuju area utama masih berupa jalan berbatu dan relatif sempit, sehingga kendaraan roda dua lebih disarankan. Pengunjung yang membawa mobil dapat memarkir kendaraan di area yang tersedia lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Menariknya, wisata ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat dan tidak mematok tiket masuk. Pengunjung hanya diminta memberikan sumbangan seikhlasnya sebagai bentuk dukungan pengelolaan kawasan.
Setelah melewati pintu masuk, pengunjung akan disambut jalur berbatu yang mengarah ke hamparan savana hijau dengan kontur tebing yang kerap disebut menyerupai Grand Canyon versi lokal. Tak heran jika kawasan ini sempat dijuluki “Brown Canyon”-nya Pasuruan dan viral di media sosial sejak 2020.
Baca Juga : Sumber Umbul Gemulo Jadi Favorit Liburan Sekolah
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 06.00–08.00 WIB atau sore hari antara pukul 15.00–17.30 WIB. Pada jam-jam tersebut, pengunjung dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam yang eksotis, bahkan sering disebut tak kalah memesona dibandingkan panorama di kawasan Bromo.
Hingga kini, Lembah Diyeng masih menjadi magnet wisata alam yang ramai dikunjungi, terutama oleh pencinta alam dan pemburu foto lanskap. (Prakerin-Fatir)
Editor : JTV Malang



















