PONOROGO - Kontes kambing jerabang menjadi salah satu ajang unik yang digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tak sekadar menarik perhatian, kegiatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kontes tersebut berlangsung di Lapangan Balong, Kecamatan Balong, yang dipadati ratusan peserta dan pengunjung. Para peternak dari berbagai daerah turut ambil bagian, mulai dari Blitar, Kediri, Jombang, Malang, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek hingga Jawa Tengah.
Dalam ajang ini, kambing-kambing unggulan dipamerkan dengan menonjolkan postur tubuh besar, otot padat, serta ciri khas warna kemerahan pada tubuh yang dikenal sebagai kambing jerabang. Nama “jerabang” sendiri berasal dari kata “abang” dalam bahasa Jawa yang berarti merah.
Selain memiliki daya tarik visual, kambing jerabang juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Ukuran tubuh yang besar membuatnya lebih menguntungkan, baik untuk produksi daging maupun pengembangan bibit unggul.
Baca Juga : Palsukan Dokumen Nikah dan Overstay, WNA Malaysia Diciduk Imigrasi
Namun demikian, perawatan kambing jenis ini tidaklah mudah. Samuji, salah satu peternak asal Trenggalek, mengungkapkan bahwa biaya pemeliharaan cukup tinggi, terutama untuk kambing yang dipersiapkan mengikuti kontes.
“Untuk anak kambing kontes, sehari bisa menghabiskan hingga lima liter susu kambing etawa,” ungkapnya.
Kontes kambing jerabang tidak hanya menjadi ajang prestise bagi para peternak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor perdagangan hingga jasa.
Baca Juga : Kontes Kambing Jerabang Ponorogo, Dari Arena Lokal Menuju Kesejahteraan Peternak
Pemerintah daerah pun menyambut positif kegiatan ini dan berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan. Dengan dukungan tersebut, kambing jerabang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Editor : JTV Madiun



















