JAKARTA - Kampanye penggalangan dana bertajuk "Patungan untuk Hutan" yang digagas oleh figur publik Ferry Irwandi melalui platform Kitabisa sukses menarik perhatian luas masyarakat Indonesia. Hanya dalam kurun waktu singkat, donasi yang terkumpul melonjak drastis hingga mencapai angka Rp6.323.619.873 pada pukul 14.30 WIB untuk membantu pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ketika api datang, yang terdampak bukan hanya hamparan hutan yang terbakar. Asap masuk ke rumah-rumah, udara menjadi sulit dihirup, habitat satwa hilang, sumber air dan kehidupan masyarakat sekitar ikut terancam," tulis Ferry dalam keterangannya, dikutip Selasa (8/9/2026).
Gerakan ini lahir sebagai respons atas masifnya karhutla di Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Ferry menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh berhenti saat api padam, melainkan membutuhkan kerja terstruktur sehingga dana publik akan dialokasikan ke dalam tiga fase utama:
- Mitigasi: Pencegahan risiko kebakaran melalui pemetaan wilayah rawan, patroli rutin titik api, pengadaan mesin pemadam dan APD, pembangunan sekat kanal gambut, serta pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA).
- Emergency Response: Penanganan darurat sejak titik api terdeteksi, meliputi mobilisasi tim pemadam, penyediaan logistik BBM dan masker, pelayanan kesehatan warga terdampak asap, serta pemantauan hingga kondisi aman.
- Restorasi: Pemulihan jangka panjang pascakebakaran yang mencakup asesmen lahan, pembasahan kembali gambut (rewetting), penanaman pohon spesies asli, pemulihan habitat satwa, dan monitoring vegetasi secara berkala.
Melalui gerakan kolaboratif ini, dana yang terkumpul diharapkan mampu memperkuat peran berbagai organisasi lokal, yayasan lingkungan, serta kelompok masyarakat yang telah lama berjuang menjaga kelestarian alam di lapangan. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















