MADIUN - Musim kemarau yang berlangsung panjang membuat sejumlah warga Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sekitar 50 kepala keluarga di dua RT mengalami kondisi tersebut dalam dua bulan terakhir.
Debit air sumur warga terus menurun. Sementara itu, aliran air PDAM belakangan hanya keluar dalam jumlah terbatas pada malam hari, sehingga warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga, Wahyuni, mengatakan kondisi tersebut membuat warga mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah sekitar dua bulan air sumur semakin berkurang. Kalau dari PDAM juga keluarnya terbatas, jadi kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih,” kata Wahyuni.
Baca Juga : Pemkab Banyuwangi Terus Salurkan Air Bersih, 764 Ribu Liter Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 532 Pangeran Timur mendistribusikan sekitar 15 ribu liter air bersih pada Jumat pagi. Bantuan tersebut disalurkan untuk warga Kelurahan Wungu dan Desa Kuwiran.
Pasintel Yonif TP 532 Pangeran Timur, Lettu Jamil, mengatakan pendistribusian air dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih akibat kemarau panjang.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Madiun menyiapkan puluhan tandon air untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan. Berdasarkan data BPBD, wilayah yang terdampak kekurangan air bersih meliputi Kelurahan Wungu, Desa Brumbun, Desa Pilangrejo, dan Desa Kuwiran.
Editor : JTV Madiun



















