NGAWI - Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan baru turun pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Sebelumnya, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September. Namun, perkembangan kondisi cuaca dan dampak fenomena El Niño membuat periode kering diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Akibat kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak masih bergantung pada distribusi bantuan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Khofifah meminta pemerintah daerah melakukan mitigasi secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi sumber-sumber air yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kondisi dan pergerakan awan agar upaya tersebut dapat dilakukan sesuai situasi meteorologis.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Khofifah Prediksi Hujan Baru Turun Desember 2026 hingga Februari 2027
Salah seorang warga, Rosmini, mengatakan kekeringan di wilayahnya telah berlangsung sejak April 2026. Saat ini, warga mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD, PMI, dan kelompok masyarakat. Dalam setiap distribusi, warga menerima dua tangki air yang hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar dua hari.
Untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan, Pemprov Jawa Timur menyalurkan bantuan berupa 225 rit air bersih, 420 jeriken berkapasitas 15 liter, 25 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal bagi warga Kabupaten Ngawi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Pemerintah daerah juga didorong untuk terus memperkuat langkah mitigasi dan mencari sumber air alternatif guna mengantisipasi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga menjelang akhir tahun.
Editor : JTV Madiun























