Menu
Pencarian


Kemarau Baru Terasa, BPBD Ponorogo Sudah Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan 90 Hari

Portaljtv.com - Senin, 27 Juli 2026 14:51
Kemarau Baru Terasa, BPBD Ponorogo Sudah Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan 90 Hari
Sejumlah pohon tampak meranggas akibat musim kemarau yang mulai melanda wilayah Ponorogo.

PONOROGO - Meski musim kemarau baru terasa lewat udara dingin di pagi dan malam hari, ancaman krisis air bersih sudah lebih dulu mengintai warga Ponorogo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan selama 90 hari, terhitung sejak 1 Juli hingga akhir September 2026 mendatang.

Penetapan status ini diambil setelah memasuki bulan Juli, tanda-tanda musim kemarau mulai terasa signifikan, salah satunya ditandai dengan fenomena suhu udara yang lebih dingin pada malam dan pagi hari, atau yang akrab disebut masyarakat setempat dengan istilah bediding. Fenomena ini menjadi salah satu indikator awal datangnya puncak kemarau.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Bahkan, durasi kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan dengan kondisi normal dalam dua dekade terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa perkiraan tersebut sudah mulai terbukti dengan munculnya laporan krisis air di sejumlah titik.

“Memang ada prediksi untuk panjang musim kemarau itu lebih dibanding tahun-tahun normal, jadi tahun normal itu dihitung selama dua puluh tahun terakhir. Di tahun ini diperkirakan akan lebih panjang. Sampai dengan tanggal 20 Juli sudah ada laporan masuk pertama itu di wilayah Genengan, SMA Negeri 1, itu langganan kami setiap tahun memang sering kekeringan mohon bantuan air, dan yang kedua di Dukuh Bungur,” ujar Masun.

Hingga 20 Juli, BPBD mencatat dua lokasi telah melaporkan krisis air bersih, yakni SMAN 1 Jenangan yang setiap tahun menjadi langganan penerima droping air, serta Dukuh Bungur, Desa Munggu, yang dihuni 153 jiwa. Kedua wilayah tersebut kini telah mulai menerima bantuan pasokan air bersih dari BPBD setempat.

Sementara itu, sejumlah kawasan yang dikenal rawan kekeringan seperti Duri, Wates, dan sebagian wilayah Kecamatan Slahung, hingga kini belum melaporkan adanya krisis air. Meski demikian, BPBD Ponorogo memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah tersebut, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi jatuh pada Agustus hingga September mendatang, guna mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan bagi masyarakat.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.